Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Palestina Terkini

Hari Senin Makam Yassir Arafat akan Digali

Bagikan:

Hidayatullah.com—Para pakar forensik Prancis hari Kamis kemarin tiba di Tepi Barat untuk mengawasi penggalian kembali makam mantan Presiden Yassir Arafat, kata penasehat hukum presiden Palestina dilansir Maan (23/11/2012).

Pengadilan Prancis membuka kasus pembunuhan atas Arafat pada bulan Agustus lalu, setelah sebuah lembaga penelitian Swiss menemukan jejak radioaktif polonium berkadar tinggi pada pakaian Arafat yang diberikan oleh istrinya, yang dulu dipakai saat dirawat di rumah sakit militer Prancis sebelum wafat.

Pengadilan Prancis secara resmi telah menugaskan kejaksaan Palestina untuk mengumpulkan bukti-bukti penyelidikan dan para pakar Prancis tersebut akan bertindak sebagai penasehat bagi staf forensik Palestina. Demikian dijelaskan Hassan Al Aruri pembantu bidang hukum Presiden Mahmud Abbas kepada Maan.

Lebih lanjut Al Aruri menjelaskan, makam Arafat akan digali pada hari Senin besok untuk dilakukan tes atas jasadnya dan kemudian akan dimakamkan ulang dalam sebuah upacara militer.

Penggalian makam dan uji forensik akan diawasi oleh para pakar dari Palestina dan Prancis, namun keluarga Arafat dan media tidak akan hadir, imbuhnya.

Sementara itu keluarga dekat mendiang Arafat menolak dilakukannya penggalian tersebut.

“Kami mengatakan secara terbuka bahwa pemimpin kita, pendiri negara kita, telah dibunuh oleh Israel dengan racun. Dan seluruh rakyat Palestina yakin akan hal ini,” kata Nasser Al Kidwa, keponakan Arafat yang juga merupakan pejabat senior Fatah, organisasi yang dipimpin Mahmud Abbas.

Ketika Arafat meninggal dunia tanggal 11 Nopember 2004 pada usia 75 tahun tidak dilakukan otopsi atas mayat Arafat, sebagaimana permintaan istrinya, Suha Arafat. Sebelum diterbangkan ke Prancis karena alasan medis, Arafat dikurung oleh Zionis di kediamannya yang dijaga ketat oleh pasukan bersenjata Israel selama dua setengah tahun, menyusul Intifadah. Prancis tidak pernah mengungkapkan kondisi kesehatan, penyakit dan sebab kematian Arafat selama dalam perawatan.

Radioaktif polonium adalah racun yang sama yang digunakan untuk membunuh pengkritik keras Kremlin sekaligus bekas mata-mata Rusia, Alexander Litvinenko, yang tewas setelah minum hidangan teh di sebuah hotel di London.

Awal Juli lalu, seorang pria Palestina mengaku pernah menjadi kolaborator intelijen Zionis, yang memerintahkannya untuk meracuni Arafat lewat makanan. Baca berita sebelumnya: Seorang pria Palestina mengaku meracuni Arafat.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Di Tengah Krisis Covid-19, AS & ‘Israel’ Menyelesaikan Peta Baru Pencaplokan Tepi Barat

Di Tengah Krisis Covid-19, AS & ‘Israel’ Menyelesaikan Peta Baru Pencaplokan Tepi Barat

Liga Arab: Israel Negara Anomali

Liga Arab: Israel Negara Anomali

Pengiriman Bahan Bakar dari Qatar untuk Gaza Telah Tiba

Pengiriman Bahan Bakar dari Qatar untuk Gaza Telah Tiba

Wesal Khalil, Mempersiapkan Syahid di ‘Hari Kembali ke Palestina’

Wesal Khalil, Mempersiapkan Syahid di ‘Hari Kembali ke Palestina’

Delegasi Hamas Jenguk Mahmoud Abbas terkait Kondisi Kesehatannya

Delegasi Hamas Jenguk Mahmoud Abbas terkait Kondisi Kesehatannya

Baca Juga

Berita Lainnya