Rabu, 29 September 2021 / 21 Safar 1443 H

Palestina Terkini

Sekjen PBB Desak Zionis Akhiri Pendudukan di Palestina

Bagikan:

Hidayatullah.com–Sekjen PBB Ban Ki-moon, Ahad (15/1/2012) mendesak Israel mengakhiri pendudukan atas wilayah-wilayah Palestina, dan mengatakan pembangunan permukiman yang ilegal bertentangan dengan solusi dua negara.

“Pendudukan Israel atas wilayah-wilayah Arab dan Palestina harus diakhiri. Begitu juga aksi kekerasan terhadap para warga sipil,” kata Ban dalam satu pidato utama di Beirut pada konferensi mengenai demokrasi di dunia Arab.

“Permukiman-permukiman, baru dan lama adalah ilegal. Mereka berusaha menentang terbentuknya sebuah negara Palestina,” kata Sekjen PBB itu.

“Solusi dua negara telah lama terlambat. Status quo hanya menjamin konflik masa depan.”

Ban tiba di Beirut, Jumat untuk menghadiri satu konferensi bertema “Reformasi dan Transisi menuju Demokrasi” yang diselenggarakan oleh Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia Barat (ESCWA).

Di antara para tokoh yang menyampaikan pidato adalah calon kuat presiden Mesir dan mantan ketua Liga Arab Amr Mussa dan Menlu Turki Ahmet Davutoglu, yang negaranya muncul sebagai satu pemain penting regional di Timur Tengah.

Kementerian luar negeri Israel menanggapi komentar-komentar Ban itu dengan mengatakan perudingan yang sedang berlangsung antara para perunding Palestina dan Israel adalah jalan terbaik untuk mengatasi kekhawatiran yang diutarakan oleh Sekjen PBB itu.

“Yang hanya dapat saya katakan mengenai masalah ini yang paling penting adalah mempertahankan perundingan untuk menyelesaikan semua masalah, termasuk apa yang disebutkan Sekjen itu,” kata juru bicara kementerian itu, Yigal Palmor.

“Yang paling penting sekarang adalah tidak membahayakan perundingan yang sedang dilakukan.”

Para perunding Paletina dan Israel sejauh itu melakukan tiga putaran perudingan “penjajakan ” di Jordania untuk membicarakan kemungkinan dimulainya kembali perundingan yang tertunda sejak September 2010.

Tetapi satu perbedaan pendapat yang luas tetap menghambat kedua pihak dalam perundingan-perundingan itu, yang diselenggarakan dibawah pengawasan Jordania dan kelompok Kuartet yang mengusahakan perdamaian, kata seorang pejabat Palestina yang dekat dengan perundigan itu kepada AFP di Ramallah.

“Masih ada perbedaan luas antara kami dan mengenai semua posisi karena pihak Israel tidak mengajukan hal yang baru dan tetap menghambat dimulainya kembali perundingan-perundingan,” kata pejabat yang tidak bersedia namanya disebutkan.

Perunding Palestina Saeb Erakat mengatakan perundingan-perundingan di Amman jangan dianggap perundingan-prundingan penuh tanpa pembekuan pembangunan permukiman dan parameter yang jelas.

Sementara itu Israel mengusulkan perundingan langsung agar segera dimulai dan tanpa prasyarat.

Kelompok Kuartet yang terdiri atas PBB, Amerika Serikat, Uni Eropa dan Rusia, mendesak kedua pihak mengajukan usul-usul luas mengenai perbatasan-perbatasan dan keamanan sebelum 26 Januari dengan harapan perundingan-perundingan dapat dimulai kembali segera setelah itu.

Sejauh ini hanya Palestina telah melakukan itu.

Presiden Palestina Mahmud Abbas kini sedang mengusahakan keanggotaan penuh Palestina di PBB dan pada akhir pekan mengatakan ia akan terus melakukan usaha itu tidak peduli apapun hasil perundingan-perundingan itu. Demikian diberitakan Antara.*

Rep: Ibnu Sumari
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Hamas Ancam Israel Pasca Serangan Udara ke Gaza

Hamas Ancam Israel Pasca Serangan Udara ke Gaza

5.000 Bayi Lahir di Gaza Selama Bulan Agustus

5.000 Bayi Lahir di Gaza Selama Bulan Agustus

Yahudi Tutup Masjid Ibrahimi untuk Acara Perayaan

Yahudi Tutup Masjid Ibrahimi untuk Acara Perayaan

Haniyah dan Khalid Misy’al beri Ucapan Selamat pada Erdogan

Haniyah dan Khalid Misy’al beri Ucapan Selamat pada Erdogan

Haniyah Reaksi Keras Pernyataan Abbas

Haniyah Reaksi Keras Pernyataan Abbas

Baca Juga

Berita Lainnya