Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Palestina Terkini

Israel Kembalikan Barang Mavi Marmara: Koper-koper Kosong

Bagikan:

 

Hidayatullah.com & Sahabat Al-Aqsha–Nurfitri Moeslim Taher, relawan MER-C, hampir tak percaya apa yang dilihatnya. Ratusan, mungkin ribuan, koper, tas, kardus-kardus, dan berbagai jenis barang milik relawan Gaza di kapal Mavi Marmara yang sepuluh hari yang lalu diserang, dibajak, dibunuh dan diculik Israel ke pelabuhan Ashdod, kini bertumpuk-tumpuk di sebuah gudang dekat pelabuhan Istanbul.

Beberapa gudang itu memang sudah lama disewa IHH. Di salah satu gudang itulah ditumpuk barang-barang para relawan.  “Koper-koper kosong Mas, jangan harapkan ada laptop, handphone, atau kamera yang tersisa,” kata Nurfitri lewat telepon kepada Sahabat Al-Aqsa yang berada di Amman. Ada tripod alias penyangga kamera milik Yasin (TVOne) dan Hardjito (Aljazeera), tapi kameranya tidak ada. Puluhan tas laptop nampak berjejer, tapi isinya sudah tidak ada.
 Laporan Nurfitri menguatkan pengakuan Jamal Al-Syayyal, wartawan Aljazeera, yang ketika diwawancara oleh rekannya mengaku menerima kopernya dalam keadaan kosong, kecuali sepotong celana jeans dan sepasang kaos kaki. “Padahal koper itu saya tinggalkan dalam keadaan terkunci rapi dan di dalamnya ada kamera, handphone, laptop dan lain-lain,” ujarnya.
 Nurfitri juga menggambarkan bahwa barang-barang relawan itu semua dalam keadaan lengket. Dia menduga itu diakibatkan oleh air laut. Namun ia tidak melihat ada bekas-bekas darah di sebagian besar barang yang telah dilihatnya.
 Relawan MER-C ini memang ditugaskan mewakili delegasi kemanusiaan Indonesia untuk Freedom Flotilla terbang ke Istanbul diantaranya untuk mengecek keberadaan barang seluruh anggota delegasi. Selain itu, Nurfitri juga diamanahi untuk melakukan konsolidasi dengan IHH (Insani Yardim Vakfi) sebagai kordinator kafilah kemanusiaan itu.
 “Menurut Bulent Yildirim, Presiden IHH, kapal Mavi Marmara akan dikembalikan oleh Israel ke Istanbul, namun sampai sekarang jadualnya belum jelas,” tukas Nurfitri.
 Ia juga mendapat amanah untuk memastikan bahwa kedua belas anggota delegasi Indonesia, siap kapan saja IHH memberangkatkan misi kemanusiaan berikutnya, untuk ikut bergabung dan membawa bantuan. Hal yang sama sebenarnya telah ditegaskan oleh Santi Soekanto dari Sahabat Al-Aqsha bahkan sejak masih di penjara Israel.
 “Di penjara Israel, saya mengatakan kepada Gulden Sonmez, salah satu pimpinan IHH, bahwa kami berdua belas mendaftarkan diri untuk konvoi kapal berikutnya,” tutur Santi. [Dzikrullah/hidayatullah.com] foto relawan IHH

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Lagi, ‘Israel’ Menghancurkan Rumah-Rumah Dan Membakar Kebun Palestina

Lagi, ‘Israel’ Menghancurkan Rumah-Rumah Dan Membakar Kebun Palestina

“Mabuk Laut Lebih Kutakuti, Dibanding Israel”

“Mabuk Laut Lebih Kutakuti, Dibanding Israel”

Pesawat Zionis Israel Jatuh di Jalur Gaza

Pesawat Zionis Israel Jatuh di Jalur Gaza

70 Sinagog dan Bangunan Zionis Kepung Masjid, Al-Aqsha Hadapi Bahaya Hakiki

70 Sinagog dan Bangunan Zionis Kepung Masjid, Al-Aqsha Hadapi Bahaya Hakiki

Hancurkan Nisan dan Tempat Pengungsian

Hancurkan Nisan dan Tempat Pengungsian

Baca Juga

Berita Lainnya