Jum'at, 9 Juli 2021 / 29 Zulqa'dah 1442 H

Palestina Terkini

Israel Janji Lakukan Kekerasan pada Konvoi Bantuan Kemanusiaan

Bagikan:

Hidayatullah.com–Angkatan Laut (AL) Israel telah mulai mempersiapkan kedatangan armada bantuan kemanusian Freedom Flotilla menuju Gaza dengan mengirimkan kapal untuk melawan konvoi di perairan yang dikuasai Israel.

Meskipun Israel menerima laporan konvoi bantuan akan ditunda karena masalah teknis, AL Israel tetap mempersiapkan kedatangannya seperti direncanakan.

Markas AL Israel menerima laporan, delapan kapal sudah mulai berlayar menuju Gaza, dan mereka akan menghadapi konvoi bantuan pada Sabtu (29/5) hari ini.

Sebelumnya, hari Jumat lalu, Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman mengatakan, konvoi bantuan kemanusiaan Freedom Flotilla sebagai propaganda kekerasan terhadap kedaulatan Israel, demikian ujarnya dikutip Radio Israel.

“Konvoi bantuan adalah propaganda kekerasan terhadap Israel, dan Israel tidak akan mengizinkan kedaulatannya terancam dengan cara apapun, di mana saja – tanah, udara atau laut,” kata Lieberman selama briefing dengan Kementerian Luar Negeri tentang perkembangan konvoi bantuan terhadap Gaza.

“Tidak ada krisis kemanusiaan di Jalur Gaza,” tambah Liebeman. “Meskipun kejahatan perang Hamas ‘terhadap warga Israel dan ribuan roket ditembakkan ke kota-kota Israel, Israel terus merespon dalam cara yang paling semanusiawi mungkin,” klaimnya.

Lieberman menekankan bahwa Israel telah mengizinkan ribuan ton produk memasuki Jalur Gaza setiap hari.

Penyelenggara dari delapan armada kapal mengatakan Jumat, mereka terus menuju Gaza, meskipun terdapat peringatan Israel untuk mencegat mereka segera setelah memasuki perairan yang dikuasai Israel.

Kementerian Luar Negeri Israel juga mengadakan, pertemuan dengan duta besar negara-negara Eropa telah  mendesak mereka untuk tidak bekerja sama, dan hal itu sebagai kampanye –yang ditujukan untuk menarik perhatian embargo ketat ekonomi Israel di Gaza— dan sebagai provokasi yang “terang-terangan.”

Rombongan konvoi  telah mengabaikan tawaran Israel untuk  berlabuh di pelabuhan Asdod, utara Gaza.

Sementara itu Departemen Luar Negeri Israel mengatakan, pejabat berwenang Siprus Nikosia memberi tahu mereka tidak akan mengizinkan para aktivis pro-Palestina ini berlabuh ke dermaga di pulau itu.

Namun, Audrey Bomse, dari Free Gaza Movement, salah satu penyelenggara konvoi ini mengatakan, pihaknya tidak pernah berencana berlabuh di Siprus karena tekanan berat Israel pada pemerintah Siprus.

Kapal-kapal yang berlayar dari berbagai pelabuhan selama minggu lalu,  dijadwalkan tiba di lepas pantai Gaza pada hari Sabtu sore ini, katanya.

Menurut Israel, kapal-kapal itu sekarang berlayar tidak jauh dari Siprus.

Israel mengatakan, akan mengambil alih posisi kapal segera setelah mereka memasuki zona yang dikontrol Israel, sekitar  20 mil dari Gaza. Israel berjanji akan segera  mengarahkan rombongan konvoi ke pelabuhan Asdod, dan warga negara asing akan segera diserahkan kepada pihak imigrasi dan selanjutnya akan dideportasi, ujar juru bicara Departemen Luar Negeri Yigal Palmor.  [haaretz/cha/hidayatullah.com]

Salurkan Bantuan Anda untuk Palestina melalui; Sahabat Al-Aqsha & Hidayatullah.com

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Sejumlah Tahanan Palestina Dibebaskan Mesir

Sejumlah Tahanan Palestina Dibebaskan Mesir

‘Israel’ dan Hamas Menyetujui Gencatan Senjata Gaza, Pejuang dan Warga Palestina Nyatakan Kemenangan

‘Israel’ dan Hamas Menyetujui Gencatan Senjata Gaza, Pejuang dan Warga Palestina Nyatakan Kemenangan

Otoritas Palestina

Peneliti Israel: Mahmoud Abbas Tahu Jika Pemilu Berlangsung Fatah Kalah

Gerakan Perlawanan Islam Palestina Kecam Kehadiran  Yahya C Staquf ke Israel

Gerakan Perlawanan Islam Palestina Kecam Kehadiran Yahya C Staquf ke Israel

Para Pemimpin Palestina Serukan ‘Israel’ untuk Membebaskan Tahanan yang Memasuki Hari ke-80 Aksi Mogok Makan

Para Pemimpin Palestina Serukan ‘Israel’ untuk Membebaskan Tahanan yang Memasuki Hari ke-80 Aksi Mogok Makan

Baca Juga

Berita Lainnya