Rabu, 26 Januari 2022 / 22 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

PKS Akan Dukung RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual Asal LGBT dan Perzinahan Dilarang

Gilang/ Humas Fraksi PKS DPR R
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS Sukamta
Bagikan:

Sejak awal PKS menolak segala bentuk kekerasan seksual dan menolak juga hubungan seksual atas dasar suka sama suka diluar status pernikahan.

Hidayatullah.com — Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sukamta menyampaikan interupsi saat Rapat Paripurna beragendakan Pembukaan Masa Sidang III Tahun Sidang 2021-2022, Selasa (11/01/2022).

Interupsi dilayangkan Sukamta sebagai respons terhadap rencana DPR untuk membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

Dalam interupsinya, Anggota DPR RI asal Daerah Pemilihan DI Yogyakarta ini menegaskan, sesuai dengan pendapat mini, Fraksinya akan mendukung disahkannya RUU TPKS asalkan sesuai dengan nilai Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945.

“Kami fraksi PKS mendorong agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) segera disahkan. Kami ingin seluruh bentuk kekerasan seksual dilarang hadir di negeri Pancasila, Indonesia,” tegas Sukamta.

“Kami juga mengusulkan agar nilai-nilai dan isi dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) melarang seluruh perilaku seksual yang bertentangan dengan aturan Tuhan YME, adat budaya nilai ketimuran seperti Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender dan Interseks (LGBTi), perzinaan (hubungan seksual tanpa ikatan pernikahan) karena negara kita negara Pancasila yang berketuhanan YME,” terusnya.

PKS, kata Sukamta, sependapat dengan arahan ibu Megawati Soekarno Putri selaku Pembina BPIP, hendaknya DPR kalau membuat UU sesuai dengan UUD NRI Tahun 1945 dan Pancasila maka, RUU PKS ini tidak boleh menyimpang dari nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945.

Sukamta, pada awal interupsinya mengutip sebuah pemberitaan mengenai kejadian sebuah keluarga yang mengalami masalah dengan garis keturunannya dan baru diketahui setelah tes DNA beberapa tahun kemudian.

“Permasalahan status anak, keluarga berdasarkan garis keturunan darah akan menjadi masalah sosial di kemudian hari apabila di dalam RUU TPKS tidak secara tegas melarang adanya hubungan seksual suka sama suka tanpa ikatan pernikahan,” tegasnya.

Sukamta kembali menegaskan, PKS menolak segala bentuk kekerasan seksual dan menolak juga hubungan seksual atas dasar suka sama suka diluar status pernikahan.

PKS, kata dia, berkomitmen nyata menentang TPKS dengan membentuk layanan pengaduan, pendampingan hukum, psikologi bagi korban kekerasan seksual serta terus menggaungkan kampanye penolakan hubungan seksual di luar pernikahan.

“Fraksi PKS selama ini dikenal sebagai fraksi yang konsisten menolak kekerasan seksual dan hubungan seksual tanpa status pernikahan dalam setiap RUU yang bersinggungan dengan masalah seksual,” tutupnya.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

UAS kutip syair Imam Syafi’i: “Diam Terhadap Orang Dungu itu Mulia”

UAS kutip syair Imam Syafi’i: “Diam Terhadap Orang Dungu itu Mulia”

Mobil Rombongan Wagub Jatim dan PBNU Kecelakaan

Mobil Rombongan Wagub Jatim dan PBNU Kecelakaan

LPPOM MUI Kembali Gelar Olimpiade Halal

LPPOM MUI Kembali Gelar Olimpiade Halal

Kasus Meikarta, Pakar Hukum: KPK Harus Panggil Mendagri Tjahjo

Kasus Meikarta, Pakar Hukum: KPK Harus Panggil Mendagri Tjahjo

Alfian Tanjung: Kader PKI Akan Gelar Reuni Keluarga Besar di GBK

Alfian Tanjung: Kader PKI Akan Gelar Reuni Keluarga Besar di GBK

Baca Juga

Berita Lainnya