Ahad, 23 Januari 2022 / 19 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Soal Penahanan Ferdinand Hutahaean, Pakar Hukum Pidana Bilang Begini

Ahmad suparji tanggapi Pencabutan lampiran investasi miras UAI.AC.ID
Pakar Hukum Pidana dari Universitas Al-Azhar Indonesia Suparji Ahmad
Bagikan:

Hidayatullah.com — Direktur Solusi dan Advokasi Institut (SA Insitute), Suparji Ahmad mengapresiasi penegakan hukum Polri terhadap Ferdinand Hutahaean eks politisi yang dilaporkan oleh Ketua Umum KNPI. Penyidik memiliki bukti yang cukup bahwa tweet Ferdinand Hutahaean tentang “Allah lemah” kontroversial dan diduga ada unsur pidana.

“Penetapan tersangka ini menunjukkan bahwa tweet tersebut ada unsur pidana. Maka harus dihormati penersangkaan sekaligus penahanan yang dilakukan oleh teman-teman kepolisian,” tutur Suparji dalam keterangan persnya, Selasa (11/01/2022).

“Penahanan yang dilakukan memang telah memenuhi unsur subyektif dan obyektif,” terusnya.

Pakar Hukum Pidana dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini juga menilai bahwa kasus tersebut menunjukkan Polri bekerja secara obyektif dan profesional. Suparji berharap, kasus ini bisa diselesaikan dengan mekanisme hukum yang baik, transparan dan akuntabel.

“Jika memang penersangkaan dan penahanan ini tidak memuaskan, maka ada mekanisme praperadilan yang bisa diambil. Kita berharap proses hukum berjalan sesuai prosedur,” ucapnya.

Suparji menghimbau kepada masyarakat, terlebih tokoh untuk tidak memainkan isu SARA. Kasus yang sudah berlalu, kata dia, cukup untuk dijadikan pelajaran dalam berbangsa dan bernegara.

“Tak perlu menggoreng isu SARA karena bisa memecah belah masyarakat. Kita harus bisa lebih bijak dalam memberikan pandangan agar tidak melukai umat beragama. Diharapkan kasus ini menjadi yang terakhir kali,” pungkasnya.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

JPU Ngotot Mantan Bendahara JAT Terlibat Mendanai Terorisme

JPU Ngotot Mantan Bendahara JAT Terlibat Mendanai Terorisme

Polisi Tahan Oknum Diduga Pelaku Asusila Santriwati, Kemenag Tutup Lembaganya

Polisi Tahan Oknum Diduga Pelaku Asusila Santriwati, Kemenag Tutup Lembaganya

Muazin Perlu Diberi Pelatihan

Muazin Perlu Diberi Pelatihan

Menag: Penetapan 1 Ramadhan Tunggu Hasil Rukyat

Menag: Penetapan 1 Ramadhan Tunggu Hasil Rukyat

Habis Mundur, Ahok Tebar Ancaman

Habis Mundur, Ahok Tebar Ancaman

Baca Juga

Berita Lainnya