Selasa, 25 Januari 2022 / 21 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

MUI Tegaskan Tak Monopoli Sertifikasi Halal

monopoli sertifikasi halal
Bagikan:

Hidayatulah.com — Ketua MUI Bidang Ekonomi Syariah dan Halal, KH Sholahuddin Al Aiyub, mengatakan regulasi halal di Indonesia diatur dalam peraturan perundang-undangan baru yang memungkinkan adanya kolaborasi antar pihak. Dia mengungkap aturan baru ini sekaligus menutup asumsi sebagian pihak yang mengatakan sertifikasi halal dimonopoli MUI.

“Ada BPJH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) sebagai penanggung jawab, ada lembaga pemeriksa halal LPH (Lembaga Pemeriksa Halal) yang dulu hanya LPPOM punya MUI. Sekarang bisa dibuka untuk yang lain, dan ada komisi fatwa dalam hal penerapan fatwanya, ” ujarnya dalam tayangan TVMUI, Selasa (04/01/2022).

Aiyub menuturkan, para pihak ini kemudian melakukan kerja sama dalam hal skema sertifikasi halal menurut perundang-undangan yang baru. Dalam perundangan yang baru ini, ujarnya, MUI tidak bisa melakukan monopoli sertifikasi halal karena kewenangan itu sudah dibagi pada pihak-pihak yang sudah diatur dalam undang-undang.

“Pada BPJH, lembaga pemeriksa halal bisa LPPOM, bisa diluar ada komisi fatwa dan yang lain sebagainya, ” tambahnya.

Sebelum ada UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) maupun aturan selanjutnya seperti UU Omnibuslaw Ciptaker dan turunanya, sebenarnya MUI juga tidak melakukan monopoli sertifikasi halal.

Aiyub menyebut, muncul kesan monopoli dari MUI karena tidak ada lembaga lain yang saat itu bersedia melakukan. Padahal kedudukan sertifikasi halal ketika itu masih sukarela, belum wajib seperti aturan sekarang.

Aiyub mengungkapkan, bahwa hal tersebut merupakan inisiatif MUI untuk melindungi keyakinan umat Islam. Selain itu, lanjutnya, belum banyak pihak yang mempunyai konsen terhadap hal itu.

“Waktu itu hanya ada MUI, tapi sekarang setelah ada UU JPH dan Ciptaker, tidak bisa dikatakan MUI yang monopoli. Karena di dalam Undang-Undang itu sudah diatur bahwa ada BPJH, LPH dan Komisi Fatwa MUI, ” pungkasnya.*

Rep: Fida A.
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

TIM TASK Jenguk Saudara Muslim di Walesi

TIM TASK Jenguk Saudara Muslim di Walesi

Universitas Widyatama Sumbang 1000 Buku untuk Hidayatullah Bandung

Universitas Widyatama Sumbang 1000 Buku untuk Hidayatullah Bandung

Faisal Mahasiswa Korban Kekerasan Masih di Ruang ICU RS Pelni

Faisal Mahasiswa Korban Kekerasan Masih di Ruang ICU RS Pelni

Komnas HAM: Tujuh PR Kemanusiaan Gubernur DKI Jakarta

Komnas HAM: Tujuh PR Kemanusiaan Gubernur DKI Jakarta

Jaringan Sekolah Islam Terpadu Salurkan Bantuan untuk Palestina Lagi

Jaringan Sekolah Islam Terpadu Salurkan Bantuan untuk Palestina Lagi

Baca Juga

Berita Lainnya