Sabtu, 29 Januari 2022 / 25 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Setelah Majelis Masyayikh, Menag Tetapkan 15 Guru Besar Rumpun Ilmu Agama

Istimewa
Menag Yaqut Cholil Qoumas serahkan SK Penetapan Guru Besar kepada Prof. Dr. Marzuki, M.H (UIN Datokrama Palu) usai upacara HAB ke-76 di halaman Kantor
Bagikan:

Hidayatullah.com– Bertepatan dengan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-76, Kementerian Agama menetapkan 15 guru besar rumpun ilmu agama. Pengukuhan kelima belas guru besar tersebut dilakukan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Hal itu adalah kali pertama penetapan guru besar rumpun ilmu agama yang dilakukan oleh Menteri Agama. Sebelumnya, penetapan guru besar dilakukan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemenristekdikti).

Dilansir laman Kemenag, Selasa (04/01/2022), penetapan Guru Besar tersebut ditandai dengan penyerahan SK Penetapan Guru Besar oleh Menteri Agama kepada Prof. Dr. Marzuki, M.H (UIN Datokrama Palu) dan Prof. Dr. Ngainun Naim, M.HI (UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung) pada upacara HAB ke-76 di halaman Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (03/01/2022).

Penetapan guru besar oleh Menag diatur dalam Peraturan Menteri Agama No 7 Tahun 2021 tentang Penilaian Jabatan Fungsional Dosen Jenjang Lektor Kepala dan Profesor dalam Rumpun Ilmu Agama. PMA ini ditetapkan dan diundangkan sejak 14 April 2021.

Dalam pasal 12 disebutkan bahwa Menteri menetapkan Angka Kredit Jabatan Akademik Dosen jenjang Lektor Kepala dan Profesor. Penetapan Angka Kredit dilakukan berdasarkan hasil penilaian Tim Penilai.

Baca juga: Menag Kukuhkan 9 Kiai sebagai Majelis Masyayikh

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, kini peluang para dosen rumpun ilmu agama untuk menjadi profesor menjadi lebih cepat. Sebab, proses penilaian dan penetapannya dilakukan oleh Kementerian Agama. “Kita akan jaga kualitas guru besar dengan mekanisme dan standard mutu yang akuntabel,” katanya.

Kepada 15 Guru Besar yang baru di SK-kan Menag, Dhani berpesan agar mereka terus berkarya meningkatkan mutu dan integritas keilmuan dan moral. “Setiap tutur kata bapak dan ibu adalah ilmu dan perilakunya adalah tauladan,” tuturnya.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Amin Suyitno bersyukur atas penetapan guru besar pertama untuk rumpun ilmu agama oleh Menag. Dengan otoritas yang diberikan kepada Kemenag, dia berharap hal itu akan mendukung peningkatan kualitas PTKI dalam persaingan global.

Baca juga: Penetapan Majelis Masyayikh Pesantren Tidak Proporsional dan Kurang Adil

Berikut 15 dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang kali pertama ditetapkan sebagai Guru Besar dalam rumpun ilmu agama oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas:

1. Prof. Dr. Marzuki, M.H (UIN Datokrama Palu)
2. Prof. Dr. Ngainun Naim, M.HI (UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung)
3. Prof. Dr. Taufiqurrahman, M.Ag, M.Hum (UIN Imam Bonjol Padang)
4. Prof. Dr. Salma, M.Ag (UIN Imam Bonjol Padang)
5. Prof. Dr. Agus Maimun, M.Pd (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang)
6. Prof. Dr. Nur Ali, M.Pd (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang)
7. Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag (UIN Sumatera Utara)
8. Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag (UIN Sunan Ampel Surabaya)
9. Prof. Dr. Rubaidi, M.Ag (UIN Sunan Ampel Surabaya)
10. Prof. Dr. Wiwik Setiyani, M.Ag (UIN Sunan Ampel Surabaya)
11. Prof. Dr. Tasman, M.A (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
12. Prof. Dr. M. Mukhsin Jamil, M.Ag (UIN Walisongo Semarang)
13. Prof. Dr. Moh. Asrof Yusuf (IAIN Kediri)
14. Prof. Kastolani, M.Ag, Ph.D (IAIN Salatiga)
15. Prof. Dr. Ihsan, S.Ag, M.Ag (IAIN Kudus).

Sebelumnya, Menag Yaqut Cholil Qoumas secara resmi mengukuhkan Majelis Masyayikh yang terdiri dari sembilan orang kiai. Prosesi pengukuhan tersebut digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat pada Kamis (30/12/2021).

Menag Yaqut mengatakan, Majelis Masyayikh merupakan bentuk dari rekognisi negara terhadap kekhasan pendidikan pesantren melalui proses penjaminan mutu yang dilakukan dari, oleh, dan untuk pesantren.

Rep: Fida A.
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Maluku Bangun Madrasah Aliyah Bertaraf Internasional

Maluku Bangun Madrasah Aliyah Bertaraf Internasional

Mendagri Sebut Gubernur Ganjar Tak Melanggar soal Dukung Jokowi

Mendagri Sebut Gubernur Ganjar Tak Melanggar soal Dukung Jokowi

jokowi terorisme

Ramai Wacana Jabatan Presiden 3 Periode, Prof Jimly: Ini Ide Buruk

Dua Kali Absen Sidang, Hasto PDIP Dinilai Lecehkan Pengadilan

Dua Kali Absen Sidang, Hasto PDIP Dinilai Lecehkan Pengadilan

Indonesia Lockdown Belum Tentu Masalah Covid-19 Selesai, Presiden Jokowi: Kesehatan dan Ekonomi Harus Seimbang

Indonesia Lockdown Belum Tentu Masalah Covid-19 Selesai, Presiden Jokowi: Kesehatan dan Ekonomi Harus Seimbang

Baca Juga

Berita Lainnya