Rabu, 19 Januari 2022 / 15 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

MUI Desak Balik UNHCR Soal Nasib Pengungsi di Indonesia

Seorang pengungsi Rohingya dari Myanmar mengeringkan pakaian di sebuah situs yang diubah dari kompleks pemerintah yang tidak digunakan di Lhokseumawe, provinsi Aceh, Indonesia/UNHCR
Bagikan:

Hidayatullah.com–Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim mendesak balik United Nations High Commisioner for Refugees (UNHCR) soal nasib pengungsi di Indonesia. Prof Sudarnoto meminta badan di bawah PBB tersebut secepatnya menyelesaikan persoalan pengungsi yang sudah lama terkatung-katung di Indonesia.

Sebelumnya, UNHCR terlebih dahulu mendesak pemerintah Indonesia untuk menangani persoalan pengungsi di Indonesia yang kebanyakan berasal dari Rohingya dan Afghanistan. Menurut Prof Sudarnoto, desakan UNHCR terhadap pemerintah Indonesia itu tidak perlu dilakukan serta terkesan pemerintah dan bangsa Indonesia tidak peduli kepada masalah kemanusian.

“Ini mengesankan bahwa pemerintah dan bangsa Indonesia tidak peduli kepada masalah-masalah kemanusian. Yang justru harus dilakukan oleh UNHCR. Saat ini ialah segera menyelesaikan para pengungsi Afghanistan yang sudah lama terkatung-katung di Indonesia,” ujar Prof Sudarnoto, Jum’at (31/12/2021), dilansir oleh AntaraNews.

Prof Sudarnoto mengungkapkan, masalah utama yang belum terselesaikan oleh UNHCR yakni membiarkan para pengungsi di Indonesia dalam ketidakpastian. Padahal, mereka memiliki hak hidup yang wajar dan hak dasar mereka harus segera dipenuhi.

“Dengan cara mengirimkan ke negara-negara pemberi suaka politik. Membiarkan para pengungsi berlama-lama dalam ketidakpastian, sama saja membiarkan hak-hak hidup dan martabat mereka terlanggar. Dan ini sama saja membunuh mereka secara perlahan-lahan; membunuh harapan dan masa depan mereka,” sambungnya.

Baginya, selama UNHCR tidak menunjukkan keseriusannya dalam menyelesaikan soal pengungsi ini, maka akan datang gelombang pengungsi baru masuk ke perairan Indonesia termasuk Rohingya. “Harusnya UNHCR jangan membebani pemerintah dan bangsa Indonesia dengan mendesak-desak agar pemerintah Indonesia segera menerima pengungsi Rohingya.”

Menurutnya, sikap ini sangatlah tidak etis apalagi sangat jelas bahwa UNHCR telah membiarkan pengungsi Afghanistan di Indonesia dalam keadaan sengsara.

Sudarnoto menuturkan, komitmen Indonesia terhadap kemanusian tidak perlu diragukan. Kata dia, selama ini telah ditunjukkan untuk menangani berbagai masalah kemanusian antara lain tragedi kemanusian yang menimpa bangsa dan rakyat Palestina akibat genosida Israel.

Dia menegaskan, pemerintah dan bangsa Indonesia akan memberikan bantuan melalui program kemanusian khususnya kepada para pengungsi.  “Baik pemerintah maupun kekuatan civil society termasuk ormas-ormas Islam, banyak lembaga filantropi dan para tokoh agama telah secara konkret memberikan perhatian kuat untuk program kemanusian ini. Hal yang sama juga ditunjukkan untuk para pengungsi Vietnam di Pulau Galang beberapa puluh tahun yang silam. Bahkan juga kepada pengungsi Afghanistan,” tuturnya.

Sudarnoto menjelaskan, para pengungsi Afghanistan ini ditampung sementara di beberapa wilayah di Indonesia. Selama dalam masa penampungan, dia mengungkapkan, masyarakat Indonesia memperlakukan dengan baik dan memberikan bantuan untuk berbagai keperluan hidup sehari-hari.

“Meskipun demikian, UNHCR juga harus tunjukkan sikap yang bertanggung jawab dan profesional di mata bangsa Indonesia. Jangan lepas tangan, ini tidak etis membebani Indonesia,” katanya.

Prof Sudarnoto mengatakan, UNHCR seharusnya berhasil meyakinkan negara-negara pemberi suaka politik agar segera membuka diri dan menerima para pengungsi. Menurutnya hal ini adalah langkag produktif dan bisa menjadi solusi bersama bagi UNHCR, Indonesia, dan negara pemberi suaka politik dan pengungsi.

“Kebuntuan selama ini ada di UNHCR dan ini harus segara dijebol. Karena itu perbincangan diplomatik harus segera dilakukan lebih intensif dan penuh kepastian sehingga dalam waktu dekat ada langkah-langkah konkret terukur untuk penyelesaian urusan pengungsi ini,” pungkasnya.*

Rep: Fida A.
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Polisi Siber Sudah Dijalankan, Polri telah Kirim 12 Peringatan pada Akun Medsos yang Sebar Hoaks

Polisi Siber Sudah Dijalankan, Polri telah Kirim 12 Peringatan pada Akun Medsos yang Sebar Hoaks

Anggota DPR RI Ini Pertanyakan Kinerja Ahok di Pertamina

Anggota DPR RI Ini Pertanyakan Kinerja Ahok di Pertamina

Syabab Hidayatullah: Pemerintah Punya Peran Penting Atasi Krisis Rohingya

Syabab Hidayatullah: Pemerintah Punya Peran Penting Atasi Krisis Rohingya

Kader Senior Gontor,KH. Imam Subakir Ahmad, Berpulang

Kader Senior Gontor,KH. Imam Subakir Ahmad, Berpulang

Sosiolog Dukung Perluasan Makna Zina, Hukum Buatan Penjajah Dinilah Rusak Bangsa Indonesia

Sosiolog Dukung Perluasan Makna Zina, Hukum Buatan Penjajah Dinilah Rusak Bangsa Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya