Kamis, 20 Januari 2022 / 16 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Prihatin Perusakan Ponpes di NTB, Menag Minta Tak Main Hakim Sendiri, Ceramah Harus Santun

Bagikan:

Hidayatullah.com-Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas sangat prihatin dengan kasus perusakan Pondok Pesantren As-Sunnah, Aikmel, Lombok Timur oleh sekelompok orang tidak dikenal pada Ahad (2/1/2022) sekitar pukul 02.10 WITA. Menag meminta semua pihak untuk menahan diri dan mendorong agar kasus ini segera dituntaskan.

Menag Yaqut menyesalkan terjadinya perusakan pesantren. “Tindakan sekelompok orang yang main hakim sendiri merusak pesantren dan harta benda milik orang lain tidak bisa dibenarkan dan jelas merupakan pelanggaran hukum,” tegas Menag di Jakarta, Senin (3/1/2022).

Peristiwa perusakan diduga dipicu oleh viralnya ceramah ustadz dari Ponpes As-Sunnah yang mengatakan Makam Selaparang, Sukarbela, Alibatu tain basong (kotoran anjing).

Menag meminta aparat keamanan untuk mengusut kasus ini sesuai aturan hukum yang berlaku. Di sisi lain, dirinya juga berharap masyarakat setempat tetap tenang tidak terpancing dengan aksi tersebut. Menag juga meminta Kemenag setempat untuk segera melakukan langkah-langkah proaktif agar kasus ini segera tuntas dan kedamaian di Lombok Timur tercipta lagi.

Terkait dugaan adanya hinaan yang disampaikan ustaz pesantren, Menag mengingatkan bahwa para penceramah agar mengedepankan cara-cara yang santun dan tanpa memprovokasi jamaah. Menurutnya, tindakan provokasi akan dapat memancing emosi publik. Para penceramah harus menjunjung tinggi sikap saling menghormati dan menghargai.

“Ceramah harus disampaikan dengan hikmah dan mauidhah hasanah. Bukan dengan cara-cara menghina dan memprovokasi. Hal itu bukan mengundang simpati, tapi emosi,” pesan Menag.

Menag juga mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Ummat Beragama(FKUB) Kabupaten Lombok Timur untuk terus bersinergi dalam menjaga, merawat dan memelihara kerukunan umat beragama yang dilandasi rasa toleransi, saling menghormati, dan saling menghargai sesama umat beragama.

“Kami harap semua pihak mengutamakan musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat,” tandasnya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

FPI dan Keluarga Korban akan Berikan “Bukti Pelanggaran HAM” ke Komnas HAM

FPI dan Keluarga Korban akan Berikan “Bukti Pelanggaran HAM” ke Komnas HAM

Prof. Wan: Islamisasi Berhasil Satukan Rumpun Alam Melayu

Prof. Wan: Islamisasi Berhasil Satukan Rumpun Alam Melayu

Belanja Rokok Keluarga Miskin Bogor Rp 20,5 Miliar

Belanja Rokok Keluarga Miskin Bogor Rp 20,5 Miliar

Kemenhub Terbitkan Aturan Baru Tarif Pesawat, Minta Konsumen Diperhatikan

Kemenhub Terbitkan Aturan Baru Tarif Pesawat, Minta Konsumen Diperhatikan

Jokowi Tak Teken UU MD3 Dinilai Drama Politik Jelek

Jokowi Tak Teken UU MD3 Dinilai Drama Politik Jelek

Baca Juga

Berita Lainnya