Kamis, 27 Januari 2022 / 24 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Pemimpin Umum Hidayatullah: Berbahagialah Terlibat di Jalan Dakwah ini

muh. abdus syakur/hidayatullah.com
Pemimpin Umum Hidayatullah Ustadz Abdurrahman Muhammad pada pembukaan Munas V Hidayatullah di Depok, Jawa Barat, secara virtual, Kamis (29/10/2020).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pemimpin Umum Hidayatullah, Ustadz Abdurrahman Muhammad, menyegarkan umat Islam khususnya yang terlibat dalam dakwah. Bahwa mereka yang terlibat berdakwah akan berbahagia.

Semangat dalam berdakwah adalah satu keniscayaan hidup orang beriman. Itu sebabnya Muslim, lebih khusus para aktifis dakwah, harus mengenali sumber-sumber (mashadir) kekuatan untuk menjaga spirit dan dan keyakinan yang dimilikinya.

Demikian ditegaskannya dalam kesempatan taushiyah di hadapan jamaah Masjid ar-Riyadh, Balikpapan Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu.

Menurut Ustadz Abdurrahman, sapaan akrab jamaah padanya, asas keyakinan tersebut bisa kuat jika ditopang oleh kekuatan ruh yang bersumber dari wahyu al-Qur’an. “Wahyu ialah ruh. Sehingga hanya wahyu yang bisa memberi semangat dan kekuatan tanpa batas kepada manusia,” ucap ustadz kelahiran Pare-Pare, Sulawesi Selatan tersebut.

Sumber kekuatan yang lain, lanjut Ustadz Abdurrahman, terletak pada kekuatan literasi, akhlaq, keterampilan fisik (skill), serta kemampuan leadership dan manajerial seseorang. “Orang yang bisa menggabungkan ini berarti mengumpulkan sumber-sumber kekuatan yang tak terkalahkan. Apalagi jika ia suka berinfak, ganjarannya tanpa batas,” terang Ustadz Abdurrahman.

Masih menurut Ustadz Abdurrahman, Pendiri Hidayatullah KH Abdullah Said Rahimahullah biasa memotivasi para kadernya dahulu bahwa kita semua ini “karyawan Allah” yang gajinya tidak terbatas (ajrun ghairu mamnun).

“Jadi biasa itu (saat) almarhum mengirim petugas dakwah ke daerah, ‘hei karyawan Allah, berangkatlah! Bekerjalah dan pergilah menolong agama Allah! Tolonglah agama Allah ini (pasti) gajimu tidak terbatas!’” seru Ustadz Abdurrahman sambil menirukan suara sahabat karibnya itu.

Lebih jauh, Pemimpin Umum Hidayatullah mengingatkan bahwa kehadiran kampus-kampus Hidayatullah yang tersebar merupakan wujud nyata iman yang diperagakan. “Ini aksi namanya, yaitu proses yang dilakukan untuk mencapai visi. Visi tanpa aksi ialah khayalan, visi tanpa implementasi (ialah) khayalan. Aksi tanpa visi (ialah) sensasi,” sambungnya.

Menurut Ustadz Abdurrahman sensasi adalah pekerjaan sepintas dan parsial saja, biasa dilakukan karena ada interest di sana.

“Maka berbahagialah jika terlibat di jalan dakwah ini. Siapkan diri selalu, jangan pernah mundur! Tapi kuatkan ruhnya, kuatkan akhlaq dan kepemimpinannya,” tutup ustadz penuh semangat (22/12/2021).*

Rep: Masykur Abu Jaulah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Kemenag Minta CJH Tuntaskan Pengurusan  Paspor

Kemenag Minta CJH Tuntaskan Pengurusan Paspor

Bentrokan Bukan Karena Urusan Asmara

Bentrokan Bukan Karena Urusan Asmara

“(Dari Monas) Mari Kirimkan Pesan Persatuan pada Dunia”

“(Dari Monas) Mari Kirimkan Pesan Persatuan pada Dunia”

MUI Fatwa Investasi Miras Miftachul Akhyar

Kiai Miftachul Akhyar: Ketergantungan Berlebih Pada Dunia Menyebabkan Ibadah Tidak Khusyuk

Benarkah Kesetaraan Gender Sebuah Solusi?

Benarkah Kesetaraan Gender Sebuah Solusi?

Baca Juga

Berita Lainnya