Sabtu, 29 Januari 2022 / 25 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Buku Saku “Ada Apa dengan Konsen” Diluncurkan, Komunitas Perempuan Peradaban Berharap Selamatkan Pikiran Anak Muda

Komunitas Perempuan Peradaban meluncurkan buku saku berjudul “Ada Apa dengan Konsen” atau disingkat AADK
Bagikan:

Hidayatullah.com—Komunitas Perempuan Peradaban meluncurkan buku saku berjudul “Ada Apa dengan Konsen” atau disingkat AADK. Peluncuran buku saku ini berlangsung secara daring ini dihadiri oleh empat orang penulisnya yaitu Lewinda Jotari atau biasa dipanggil Jota, Annisa Ghasyani, Ria Rahmawati dan Febriana Okta Filia.

“Buku saku ini salah satu upaya untuk menyelamatkan pemikiran anak muda dari pengaruh yang tidak sesuai dengan moral bangsa dan agama yang dianut bangsa ini,” kata Jota, dosen muda perguruan tinggi di Bandung, Kamis (23/12/2021)/

Ia menjelaskan bahwa kata konsen yang merupakan ringkasan dari persetujuan seks (sexual concent) harus betul dipahami bahayanya oleh kalangan pemuda. Di momen yang sama Annisa juga menjelaskan proses pembuatan buku saku tersebut tidaklah mudah, karena harus menyederhanakan bahasa.

“Meskipun ini cuma buku saku, tapi bikinnya tidak mudah karena kita perlu menyerdahanakan bahasa pemikiran menjadi bahasa yang sederhana mudah dipahami, namun tidak menghilangkan esensinya. Kami merumuskan buku ini dalam waktu sekitar satu tahun,” jelas guru pesantren di Bukittinggi tersebut.

Peluncuran dilakukan tepat pada Hari Ibu,  dihadiri Farah Qoonita yang bertindak sebagai MC. Acara ini mengundang antusiasme anak muda untuk hadir dan bertanya mengenai cara menyatukan buah pikiran saat menulis buku padahal semua penulis bertempat tinggal di kota yang berbeda sampai tantangan yang dihadapi penulis.

“Iya, memang selain konten, tantangan kita juga tentang lokasi penulis ditambah dengan latar belakang yang berbeda juga. Kak Jota di bidang Humaniora, kak Ria jurusan Teknik Kimia, kak Nisa lulusan pendidikan dan saya sendiri lulusan psikologi. Namun Alhamdulillaah tantangan ini justru menguatkan, perbedaan ini yang menjadi salah satu alasan butuh waktu satu tahun untuk bisa menerbitkan buku saku,” jelas Fillia yang bertempat tinggal di Malang.

Ria menambahkan bahwa meskipun proses yang dilakukan dalam pembuatan buku cukup menantang, tapi buku saku AADK sengaja dijual murah agar bisa menjangkau semua kalangan. “Walau harganya murah, cuma sepuluh ribu, bahkan harga langganan NetFlix lebih mahal. Tapi insyaAllah isinya ngga murahan bahkan lebih aman dan bermanfaat dibandingkan nonton Sex Education di Netflix,” lanjut perempuan pegiat clean eating tersebut.

Acara peluncuran buku berlangsung hingga hampir larut malam itu ditutup dengan pembagian hadiah buku saku AADK bagi pertanyaan yang paling menarik. Keempat penulis ini merencanakan untuk membuat buku saku lanjutan yang isinya seputar pemikiran yang berbahaya untuk peradaban perempuan Indonesia.

“InsyaAllah setelah ini kami akan mengadakan roadshow ke berbagai sekolah, pesantren ataupun kampus-kampus. Dan insyaAllah tahun depan akan menerbitkan dua buku. Mohon doa semuanya.” pungkas Jota.*

Rep: Ahmad
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Satpol PP DKI Jakarta Akan Bersenjata

Satpol PP DKI Jakarta Akan Bersenjata

PKS Anugerahi BJ Habibie Guru Demokrasi Bangsa

PKS Anugerahi BJ Habibie Guru Demokrasi Bangsa

Situs-situs Islam Dinilai Kurang Aman, Rawan Pembajakan

Situs-situs Islam Dinilai Kurang Aman, Rawan Pembajakan

Pelibatan TNI Lewat Revisi UU Terorisme Dinilai Kurang Tepat

Pelibatan TNI Lewat Revisi UU Terorisme Dinilai Kurang Tepat

Singgung MK, Ketua MPR Nilai Homoseksual Intoleran dan Perusak NKRI

Singgung MK, Ketua MPR Nilai Homoseksual Intoleran dan Perusak NKRI

Baca Juga

Berita Lainnya