Rabu, 26 Januari 2022 / 22 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Kini Berstatus Siaga, 10.400 Warga Masih Mengungsi Dampak Erupsi Gunung Semeru

erupsi semeru Fida/hidayatullah.com
Kondisi Dusun Umbulan, Supiturang, Pronojiwo, Lumajang (10/11/2021), setelah kena erupsi-Gunung Semeru.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat pada Senin (20/12/2021), aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang masih terus terjadi. Aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berstatus level III atau ‘siaga,’ yang dinaikkan sejak 16 Desember 2021 lalu.

Sementara, Posko mencatat sebanyak 10.400 warga mengungsi di 406 titik pengungsian pada Senin (20/12/2021) pukul 18.00 WIB. Sebagian besar warga mengungsi di dalam wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

“Titik pengungsian masih terpusat di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Candipuro 21 titik dengan 4.645 jiwa, Pasirian 17 titik 1.732 jiwa dan Pronojiwo 4 titik 1.077 jiwa,” ungkap Abdul Muhari, Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dikutip hidayatullah.com.

Pos Komando (Posko) Penanganan Darurat Bencana Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru terus memutakhirkan data warga mengungsi. Selain terpusat di tiga kecamatan, sebaran titik pengungsian lainnya berada di wilayah Kabupaten Lumajang, seperti Sumbersuko, Pasrujambe, dan Lumajang.

Titik pengungsian di luar Kabupaten Lumajang teridentifikasi di Kabupaten Malang 9 titik dengan total 341 jiwa, Blitar 1 titik 20 jiwa, Probolinggo 1 titik 11 jiwa, dan Jember 3 titik 13 jiwa.

Abdul Muhari mengungkapkan, memasuki minggu ketiga, Posko masih memfokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar para warga di titik-titik pengungsian, di antaranya makanan, kesehatan, dan pendidikan.

Sementara itu, Posko secara pararel melakukan pembersihan lahan yang nantinya akan digunakan sebagai lokasi relokasi. Hingga kini, kegiatan pembersihan area relokasi yang berada di Desa Sumber Mujur itu sudah mencapai 17 persen. Data sementara, total rumah rusak akibat awan panas guguran mencapai 1.027, dengan rincian rumah rusak berat 505 unit di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Sedangkan di Desa Supituriang, Kecamatan Pronojiwo, rumah rusak berat sebanyak 437 unit dan rusak ringan 85 unit.

Awan Panas Guguran (APG) Semeru

Abdul Muhari menyampaikan Pos Pengamatan Gunung Api memantau adanya 1 kali awan panas guguran (APG) dengan jarak luncur 3.000 meter arah Besuk Kobokan dan 1 kali APG dengan jarak luncur 200 meter arah Curah Kobokan.

“Dengan kenaikan aktivitas vukanik, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi memberikan rekomendasi, Pertama, tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi),” ungkap Abdul Muhari.

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Kedua, papar Abdul Muhari, tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Selanjutnya, mewaspadai potensi APG, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Terkait dengan korban jiwa, Posko mencatat total jumlah warga meninggal dunia sebanyak 50 jiwa. Sebelumnya korban meninggal dunia tercatat 49 jiwa, namun pada Senin (20/12/2021) satu warga yang mengalami luka berat dikonfirmasi meninggal dunia. Selain itu, petugas SAR gabungan mengumpulkan 5 potongan tubuh dari lokasi terdampak.*

Rep: Fida A.
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Beredar Video “Ustad Hariri Ngamuk Dan Injak Kepala Orang”

Beredar Video “Ustad Hariri Ngamuk Dan Injak Kepala Orang”

FPI: Habib Rizieq Shihab Segera Pulang ke Indonesia

FPI: Habib Rizieq Shihab Segera Pulang ke Indonesia

Kemensos Hentikan Program Santunan ke Keluarga Korban Covid-19, HNW Tidak Terima

Kemensos Hentikan Program Santunan ke Keluarga Korban Covid-19, HNW Tidak Terima

FP-UMSB Gandeng Kelantan, Sumbar Bisa Wujudkan Wisata Bersyariah

FP-UMSB Gandeng Kelantan, Sumbar Bisa Wujudkan Wisata Bersyariah

Mahkamah Agung HRS

MA Batalkan SKB 3 Menteri soal Aturan Seragam Sekolah

Baca Juga

Berita Lainnya