Ahad, 23 Januari 2022 / 19 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

MUI Akan Punya Sekolah Hak Asasi Manusia

Bagikan:

Hidayatullah.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) meluncurkan sekolah Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus penandatanganan MoU dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) pada Rabu (15/12/2021).

Hal ini disampaikan oleh Ketua Bidang Hukum dan HAM MUI, Prof. KH. Noor Achmad pada sambutannya di International Webinar “on Human Rights in Various Perspectives (Islam, UDHR, and Indonesia) and the Launching of the MUI Human Rights School”.

“Acara ini menjadi momentum yang sangat penting, karena pemikiran mengenai HAM yang terus berkembang sejalan dengan hukum itu sendiri,” tuturnya Prof. Noor.

Di samping itu, menurutnya harus diakui bersama bahwa HAM merupakan hak yang melekat pada setiap individu sejak dilahirkan. Kata Prof Noor, hak tersebut mencakup banyak aspek, baik itu yang terkait dengan hak hidup, beragama, berpendapat, dan lain sebagainya.

Dengan adanya HAM yang melekat pada setiap individu tersebut, muncul permasalahan lain dalam kehidupan yang perlu dicarikan solusi bersama untuk meresponnya.

Ketua Badan Amal Zakat Nasional (BAZNAS) ini kemudian mencontohkan, solusi terkait dengan hak bagaimana mencari jodoh, perkawinan, perceraian, kebebasan berganti kelamin, dan hak pekerjaan.

MUI telah mengeluarkan mengeluarkan fatwa nomor 6 tahun 2000 mengenai HAM. Tujuannya, untuk merespons berbagai permasalahan yang ada. Sebab, Prof Noor mengatakan bahwa berbagai upaya yang dilakukan oleh MUI bersama stakeholder lain menjadi penting untuk perkembangan HAM di Indonesia.

“Upaya sama juga telah dilakukan oleh DPR RI yang tengah mematangkan rencana undang-undang terkait kehidupan umat di Indonesia dalam hal ini mengenai HAM,” katanya.

“Akhir-akhir ini terjadi pertentangan antara pihak satu dengan yang lain, bahkan mengklaim dengan mengatasnamakan agama dan kelompok masyarakat. Di sinilah MUI akan hadir sebagai pengayom masyarakat yang dituntut untuk memberikan solusi permasalahan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Prof. Noor menegaskan, hadirnya MUI sebagai pengayom masyarakat tetap berpegang teguh pada prinsip agama serta tidak sembarangan dalam mengambil keputusan.

Oleh karena itu, melalui Sekolah Hak Asasi Manusia MUI merupakan upaya untuk terus mengawal perkembangan HAM di Indonesia serta sebagai celah untuk mendapatkan solusi bagi permasalahan umat.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Beberapa Kali Ringkus Geng Motor, FPI Bekasi akan Terus Bantu Kepolisian

Beberapa Kali Ringkus Geng Motor, FPI Bekasi akan Terus Bantu Kepolisian

Agama pendidikan nasional Tes Wawasan Kebangsaan PKS

Pertanyakan RUU BPIP, PKS Tak Ingin DPR “Kelabui” Rakyat dengan Mengubah Judul RUU HIP

Aktivis Laskar Muslim Cirebon Hilang Usai Berantas Perjudian

Aktivis Laskar Muslim Cirebon Hilang Usai Berantas Perjudian

HNW:  Usulan Dekrit untuk Perpanjang Masa Jabatan Presiden Menjerumuskan Presiden Jokowi

HNW:  Usulan Dekrit untuk Perpanjang Masa Jabatan Presiden Menjerumuskan Presiden Jokowi

Mahasiswa Didorong Gerakkan Inkubator Bisnis Berbasis Pesantren

Mahasiswa Didorong Gerakkan Inkubator Bisnis Berbasis Pesantren

Baca Juga

Berita Lainnya