Ahad, 23 Januari 2022 / 19 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Angka Stunting Indonesia Tinggi, Wapres Ma’ruf: Perlu Komitmen dan Kolaborasi Bersama

ekonomi pesantren
ekonomi pesantren
Bagikan:

Hidayatullah.com — Satu dari tiga balita di Indonesia mengalami stunting, mengingat angka prevalensi stunting masih tercatat mencapai 27 persen. Persoalan yang menentukan masa depan bangsa ini perlu segera ditangani dengan strategi efektif, yang membutuhkan komitmen dan kolaborasi semua pihak.

Dalam Forum Nasional Stunting Tahun 2021 yang digelar pada Selasa, 14 – Rabu 15 Desember yang diadakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan percepatan penurunan stunting salah satu prioritas utama saat ini, ia meminta semua pihak menguatkan koordinasi, pemantauan dan evaluasi, dalam memastikan program berjalan dengan baik.

“Komitmen yang kuat sangat penting untuk memastikan seluruh aktor pelaksana hadir, dan mengerahkan upaya terbaiknya dalam upaya percepatan penurunan stunting,” ujar Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin, di Jakarta, dikutip Rabu (15/12/2021).

Ma’ruf mengatakan merekalah masa depan kita. Bagaimana kita bisa mencapai visi Indonesia Emas Tahun 2045 kalau modal dasarnya, yaitu anak-anak bangsa mengalami stunting, terganggu perkembangan kognitif dan kesehatannya.

Lebih lanjut, Ma’ruf meminta Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) selaku Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting, untuk menguatkan koordinasi dengan pemangku kepentingan di tingkat pusat, daerah, hingga desa/kelurahan.

“Pelibatan dan kerja kolaboratif di seluruh tingkatan pemerintahan sangat penting untuk mengawal konvergensi program/kegiatan dalam upaya mencapai target penurunan stunting,” terangnya.

Kolaborasi lain yang juga Wapres harapkan adalah aksi bersama Kementerian dan Lembaga dalam memastikan bahwa intervensi dan sumber daya yang diperlukan untuk percepatan penurunan stunting.

“Kementerian dan Lembaga agar memastikan bahwa intervensi dan sumber daya yang diperlukan untuk percepatan penurunan stunting tersedia, dan menjangkau hingga kelompok sasaran, yaitu remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita,” urainya.

Ma’ruf juga meminta Kepala Bappenas selaku Wakil Ketua Pelaksana Bidang Perencanaan, Pemantauan dan Evaluasi, untuk dapat memantau dan mengevaluasi pelaksanaan percepatan penurunan stunting ini. “Jika ditemukan isu yang dapat menghambat pencapaian target, agar segera diatasi,” tegasnya.

Ma’ruf berpesan agar segenap elemen bangsa terus optimistis dapat mencapai target angka prevalensi stunting 0 persen di 2030, dengan tidak lengah dan terus berusaha merawat anak bangsa agar terhindar dari stunting.

“Target kita sangat jelas, kita ingin menurunkan prevalensi stunting hingga 14 persen pada tahun 2024. Pada tahun 2030, sesuai dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), kita harap prevalensi stunting sudah 0 (nol) di negara kita,” imbuhnya.

“Anak-anak bangsa adalah bagian dari masa kini dan masa depan. Sekarang kita rawat mereka, kelak mereka yang merawat bangsa,” pungkas Ma’ruf.

Sementara itu, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengungkapkan sesuai formulasi program yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, BKKBN memiliki salah satu inisiatif untuk menekan terjadinya stunting melalui keluarga yang berisiko melahirkan anak stunting.

“Kita menekankan pada penyiapan kehidupan keluarga, pemenuhan asupan gizi, perbaikan pola asuh, peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, peningkatan akses air minum, serta sanitasi yang sehat,” ujar Hasto.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Indonesia Diharapkan Minta ASEAN Keluarkan Myanmar dan Mengembargonya

Indonesia Diharapkan Minta ASEAN Keluarkan Myanmar dan Mengembargonya

Negara Diminta Tidak Pelit pada Dhuafa dan Orang-orang Miskin

Negara Diminta Tidak Pelit pada Dhuafa dan Orang-orang Miskin

Polisi Lakukan Pemetaan untuk Melacak Keberadaan M Kece

Polisi Lakukan Pemetaan untuk Melacak Keberadaan M Kece

MUI Luncurkan TV untuk Mudahkan Sosialisasi Fatwa dan Produk halal

MUI Luncurkan TV untuk Mudahkan Sosialisasi Fatwa dan Produk halal

1 Mayat Dievakuasi dari Reruntuhan Masjid Jamiul Jamaah

1 Mayat Dievakuasi dari Reruntuhan Masjid Jamiul Jamaah

Baca Juga

Berita Lainnya