Rabu, 19 Januari 2022 / 15 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

MUI: UU dan Fatwa Pengelolaan Zakat Perkuat Kesadaran Masyarakat untuk Berzakat

pengelolaan zakat
Ijtima ulama MUI
Bagikan:

Hidayatullah.com — Kehadiran Undang-undang dan Fatwa Pengelolaan Zakat yang baru memperkuat dan memperkokoh kedudukan pengelolaan zakat di masyarakat. Hal itu disampaikan Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh saat pembukaan Muntada Sanawi Komisi Fatwa MUI Pusat, Selasa (14/12) di Hotel Swissbell, Jakarta

Menurutnya, kehadiran UU dan Fatwa Zakat terbaru ini meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat. “Kewajiban zakat itu hadir tanpa mandat dari negara, tapi begitu negara mengatur, maka semakin kuat dan kokoh kedudukan pengelolaan zakat,” ujar Kiai Niam melansir laman MUI, dikutip Rabu (15/12/2021) di Hotel Swissbell, Jakarta.

Kiai Niam mengatakan sebelum adanya UU dan fatwa pengelolaan zakat, mandat pengelolaan zakat diserahkan penuh pada kreatifitas umat dan ormas Islam. Keduanya kerap menjadikan kitab fiqih sebagai rujukan dan referensi.

Seiring berkembangnya waktu, pemerintah merasa perlu menyediakan panduan pengeolaan zakat agar lebih terstruktur. “Seiring dengan perbaikan tata kelola zakat, maka dibutuhkan satu panduan yang memiliki kepastian. Meski Indonesia bukan negara agama, tapi juga bukan negara sekuler,” ujar Niam.

Lebih lanjut, Ia memaparkan bahwa fatwa memiliki kedudukan dalam syariah dan hukum kenegaraan. Menurutnya, agama sebagai kaidah penuntun banyak diserap menjadi aturan kenegaraan.

Niam mencontohkan, fatwa MUI terhadap jaminan produk halal adalah inisiasi panjang. Saat itu, negara belum hadir dalam memberikan jaminan produk halal.

“Lebih dari 30 tahun lamanya diinisiasi MUI hingga oktober 2014 muncullah peraturan tentang jaminan produk halal,” terangnya.

Selain itu, fatwa DSN MUI juga sejak lama mendorong percepatan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Lambat laun, kata dia, syariah menjadi gaya hidup. Bahkan, syariah menjadi salah satu kanal pengembangan sektor ekonomi nasional.

“Isu dan komitmen terkait ekonomi syariah menjadi arus utama bukan hanya sektor keuangan tapi juga sektor bisnis mulai dari pariwisata, perhotelan kuliner, dan berbagai sektor lainnya,” ungkapnya.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Sudah saatnya Penyaluran Zakat lebih Produktif, bukan Konsumtif

Sudah saatnya Penyaluran Zakat lebih Produktif, bukan Konsumtif

anies mendapat gelar kehormatan betawi

Terima Gelar Kehormatan Tokoh Betawi, Anies: Insyaallah Kerja kita Semua untuk Masyarakat Jakarta

BNI Syariah Jajaki Pembiayaan di Bidang Industri Kreatif

BNI Syariah Jajaki Pembiayaan di Bidang Industri Kreatif

Gagalkan Konspirasi dan Islamophobhia  dengan Iman dan Ukhuwah

Gagalkan Konspirasi dan Islamophobhia dengan Iman dan Ukhuwah

11 Mei, IKADI Serukan Para Khatib Jadikan ‘Jumatul Intifadhah’

11 Mei, IKADI Serukan Para Khatib Jadikan ‘Jumatul Intifadhah’

Baca Juga

Berita Lainnya