Sabtu, 22 Januari 2022 / 18 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Kemenag Akan Perbaiki Prosedur Izin Operasional Lembaga Pendidikan Agama

Kemenag NU Yaqut Cholil Qoumas
Menag Yaqut Cholil Qoumas
Bagikan:

Hidayatullah.com- Kasus kekerasan dan pelecehan seksual terjadi di beberapa Lembaga Pendidikan Agama. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pihaknya telah menyiapkan langkah strategis untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya kembali kasus serupa.

Hal ini ditegaskan Menag usai meresmikan Program Studi Siber Pendidikan Agama Islam (PAI) di kampus IAIN Syekh Nurjati, Cirebon, Selasa (14/12/2021). Langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan investigasi.

“Saya sudah memerintahkan kepada jajaran untuk melakukan investigasi kepada sekolah-sekolah seperti ini, boarding-boarding ini, yang kita sinyalir terjadi pelanggaran serupa, kekerasan seksual, pelecehan seksual, dan seterusnya,” tegas Menag.

“Kasus ini sangat tidak baik bagi anak bangsa dan juga tentu agama. Karena ini mengatasnamakan agama semua lembaga pendidikannya,” sambungnya.

Langkah kedua, lanjut Menag, pihaknya menjalin kerja sama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), aparat kepolisian, dan pihak terkait lainnya dalam penanganan masalah ini, termasuk dalam proses investigasi. Menag mengaku khawatir kasus pelecehan seksual yang belakangan mencuat di lembaga pendidikan itu merupakan fenomena gunung es.

“Kita mau selesaikan ini. Mudah-mudahan tidak ada lagi kasus. Kita mohon dukungan, kita bisa tuntaskan permasalahan ini dengan cepat. Ini bukan hanya merugikan Islam, tapi juga anak-anak yang menjadi korban dan keluarga mereka, kasihan sekali,” tegasnya.

“Proses investigasi sudah mulai berjalan. Saya minta seluruh jajaran untuk secepatnya melaporkan kepada saya temuannya, supaya bisa segera diambil langkah,” lanjutnya.

Ketiga, Kementerian Agama juga akan memperbaiki prosedur pemberian izin operasional lembaga pendidikan agama dan keagamaan. Menag menggarisbawahi pentingnya pengetatan pelaksanaan verifikasi dan validasi sebelum menerbitkan rekomendasi.

“Jadi tidak boleh rekomendasi yang muncul dari Kementerian Agama itu hanya berupa kertas. Rekomendasi harus didasarkan pada hasil verifikasi dan validasi lapangan. Jadi petugasnya harus datang melihat, menyaksikan, baru mengeluarkan rekomendasi izin,” tegasnya.

“Saya sudah minta Dirjen Pendidikan Islam untuk mengawal hal ini,” tandasnya dirilis Kemenag.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Kapolri Tito Enggan Sebut Kepanjangan ‘MCA’

Kapolri Tito Enggan Sebut Kepanjangan ‘MCA’

Perihal Penusukan Dirinya, Syekh Ali Jaber: Ini Adalah Pengalaman Baru Setelah Berdakwah 12 Tahun di Indonesia

Perihal Penusukan Dirinya, Syekh Ali Jaber: Ini Adalah Pengalaman Baru Setelah Berdakwah 12 Tahun di Indonesia

Ketua AFKN: Dengan Islam, Irian Takkan Lepas dari NKRI

Ketua AFKN: Dengan Islam, Irian Takkan Lepas dari NKRI

MUI Ajak Ormas Islam Tolak Putusan MK

MUI Ajak Ormas Islam Tolak Putusan MK

Dr Tiar Anwar Bachtiar Menyoal RUU HIP: Tarik Menarik Kepentingan dan Ideologi di Indonesia

Dr Tiar Anwar Bachtiar Menyoal RUU HIP: Tarik Menarik Kepentingan dan Ideologi di Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya