Sabtu, 22 Januari 2022 / 18 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Jawa Barat Bentuk Dewan Pengawas Pesantren

Dewan Pengawas Pesantren
Bagikan:

Hidayatullah.com — Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana membentuk Dewan Pengawas Pesantren dengan keanggotaan melibatkan banyak pihak meliputi Kementerian Agama, kiai, sampai ormas Islam.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Dewan Pengawas Pesantren akan dibentuk menggunakan anggaran APBD Provinsi sebagai wujud komitmen Pemda Provinsi Jabar.

“Bukan berarti kami tidak percaya, tapi kami dengan penuh rasa taqdim (mendahulukan) atas nama pemerintah, demi kebaikan bersama, dan sebagai langkah kami akan membuat DPP yang tergabung dalam Majelis Masyayikh,” kata Uu di Hotel Intercontinental Pondok Indah, Jakarta, dikutip Selasa (14/12/2021).

Selain Dewan Pengawas Pesantren kata Uu, Tim Layak Santri pun harus menjadi prioritas. Tim tersebut nantinya bersiaga di masing-masing pondok pesantren (ponpes) guna memastikan sarana dan prasarana ponpes layak dan mumpuni dalam penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.

“Karena tidak menutup kemungkinan, kalau sarana dan prasarana tidak layak, maka takut ada hal-hal negatif dari kejadian-kejadian yang sudah-sudah,” ucapnya.

Adapun rencana strategis ini akan dibahas dan diputuskan bersama perwakilan dari setiap kabupaten/kota di Jabar. Dijadwalkan, rapat pembahasan dan keputusan rencana strategis ini akan digelar pada pekan ini di Gedung Sate, Kota Bandung.

“Minimal hari Rabu (15/12) nanti, kita akan mengundang utusan dari 27 kota/kabupaten di Jabar ke Gedung Sate untuk membicarakan masalah ini, sehingga kami tidak membuat keputusan sendiri, tetapi hasil kebersamaan dan kesepakatan dengan para kiai, termasuk di dalamnya kolaborasi dengan Kementerian Agama dan MUI Provinsi Jabar,” ucap Uu.

Untuk itu, Uu yang juga Panglima Santri Jabar ini meminta masyarakat, khususnya para orang tua yang anaknya menjadi santri di ponpes-ponpes, agar tidak terbawa stigma negatif akibat kasus pemerkosaan santriwati di Kota Bandung.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Menag: Munculnya Aliran Sesat karena Kekosongan Dakwah

Menag: Munculnya Aliran Sesat karena Kekosongan Dakwah

Pemerintah Diminta Terbuka Terkait Masalah Guru Honorer

Pemerintah Diminta Terbuka Terkait Masalah Guru Honorer

Setengah Abad Hidayatullah, YPI Lakukan Peletakan Batu Pertama Pesantren Penghafal Quran

Setengah Abad Hidayatullah, YPI Lakukan Peletakan Batu Pertama Pesantren Penghafal Quran

Akar Setiap Masalah di Mimika Bersumber Miras

Akar Setiap Masalah di Mimika Bersumber Miras

Indonesia Dinilai Layak Jadi Unggulan Dunia Dalam Kajian Islam

Indonesia Dinilai Layak Jadi Unggulan Dunia Dalam Kajian Islam

Baca Juga

Berita Lainnya