Kamis, 20 Januari 2022 / 16 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Wapres Apresiasi 9 Resolusi Jihad Ekonomi dari Kongres Ekonomi Umat II MUI

istimewa
Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin menutup Kongres Ekonomi Umat II MUI di Jakarta, Ahad (12/12/2021).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin, mengapresiasi 9 Resolusi Jihad Ekonomi Umat yang merupakan hasil dari Kongres Ekonomi Umat II Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Saya mengapresiasi jihad ekonomi yang dilakukan MUI salah satunya melalui penyelenggaraan Kongres Ekonomi Umat II ini, ” ujarnya saat menutup KEU II secara resmi, Ahad (12/12/2021).

MUI dalam keterangannya menjelaskan, Kongres Ekonomi Umat II yang digelar MUI (10-12/12/2021) ini mengusung tema “Arus Baru Penguatan Ekonomi Indonesia”. Kiai Ma’ruf menilai, tema yang diusung sangat penting dibahas untuk menemukan langkah strategis ekonomi Indonesia di masa depan.

Apalagi, kata Kiai Maruf, Presiden Joko Widodo telah menetapkan tujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju. Sehingga, lanjutnya, berbicara arus baru ekonomi Indonesia harus mengalir hingga tiba di tujuan tersebut.

“Dalam arus baru ekonomi kita harus menekankan tentang beberapa unsur yaitu penguatakan ekonomi dan keuangan syariah, bagian dari integral ekonomi nasional, pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta pembangunan ekonomi yang harmonis dengan lingkungan,” jelasnya.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI mendoakan agar hasil kongres ini dapat bermanfaat bagi pengembangan ekonomi umat, dan ekonomi Indonesia secara luas.

“Semoga Allah Subhanahu Wata’ala senantiasa memberikan inayahnya dan meridhoi segala ikhtiar yang kita lakukan,” ujarnya.

Baca juga: Kongres Ekonomi Umat II MUI Cetuskan 9 Resolusi Jihad Ekonomi

Sebelumnya, Kongres Ekonomi Umat II MUI resmi ditutup dengan melahirkan Resolusi Jihad Ekonomi Umat. Dalam resolusi tersebut, lahir sembilan gagasan yaitu gerakan produksi dan belanja produk nasional, menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia, dan optimalisasi Ziswaf untuk menggerakan ekonomi umat.

“Selain itu, KEU II menyepakati membentuk lembaga penjamin nasional syariah untuk usaha ultra mikro yang mudah, murah, dan aman. KEU II menyepakati mempercepat terciptanya modal bisnis unggulan daerah yang dijalankan secara profesional, memperkuat kemitraan antara UMKM dengan BUMN/BUMD dan usaha besar, mendorong dan mengawal terciptanya regulasi sistem ekonomi syariah nasional/daerah,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI, Buya Amirsyah Tambunan, saat penutupan KEU II di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad (12/12/2021).

Dia menambahkan, KEU II juga menghasilkan kesepakatan untuk mewujudkan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah melalui digitalisasi dan integrasi dana komersial dan dana sosial Islam. KEU II juga mengamanatkan kepada Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU MUI) untuk mengawal hasil Kongres Ekonomi Umat ini.

Buya Amirsyah menambahkan, hasil Kongres Ekonomi Umat II ini melalui perdebatan yang dinamis. Ia merasa bersyukur karena jihad ekonomi lahir dari kongres ini. Dia menjelaskan, salah satu fokus dalam resolusi itu ialah menekankan pentingnya memperkuat ekonomi umat dan bangsa.

“Tentu harus melalui proses baik dalam bidang pembiayaan, perbankan, dan lain-lain, terutama melalui keuangan syariah yang harus terlibat,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua MUI Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat, Lukmanul Hakim menerangkan, hasil Kongres Ekonomi Umat II berupa resolusi jihad ekonomi bertujuan mengarahkan umat agar bersungguh-sungguh dan bertekad kuat menjadi pelaku ekonomi.

“Supaya umat Islam tidak hanya menjadi objek, melainkan menjadi subjek dalam pergerakan ekonomi,” ujar Lukman.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

TPM Dampingi Keluarga Usut Kematian Jefri

TPM Dampingi Keluarga Usut Kematian Jefri

Ratusan Negara Ikuti Pelatihan Halal di Bali

Ratusan Negara Ikuti Pelatihan Halal di Bali

Ulama Aceh Serukan Doa untuk Kedamaian Mesir

Ulama Aceh Serukan Doa untuk Kedamaian Mesir

Dorong Kedaulatan, HMI Minta Evaluasi Kontrak Freeport

Dorong Kedaulatan, HMI Minta Evaluasi Kontrak Freeport

Mayoritas Perokok adalah Rakyat Miskin dan Berpendidikan Rendah

Mayoritas Perokok adalah Rakyat Miskin dan Berpendidikan Rendah

Baca Juga

Berita Lainnya