Ahad, 23 Januari 2022 / 19 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Banyak Pengunjung ke Lokasi Bencana Semeru, Pemerintah Batasi Akses

fida a/hidayatullah.com
Zona terbatas di Dusun Bon Tegalan, Desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang, Ahad (12/12/2021).
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemerintah telah membatasi akses menuju lokasi bencana erupsi Gunung Semeru. Hal itu dikarenakan banyaknya pengunjung sehingga menyebabkan penumpukan dan kemacetan.

“Kita batasi agar tidak menumpuk,” ujar petugas Kepolisian yang mengatur perlintasan di Pronojiwo, Lumajang.

Pembatasan di Pronojiwo terjadi di pertigaan Tugu Pancasila di desa Supiturang, yang merupakan akses utama menuju wilayah terdampak erupsi. Petugas juga menyampaikan kepada hidayatullah.com pada Ahad (12/12/2021), bahwa hanya relawan terdaftar dan pihak berkepentingan yang diperbolehkan lewat.

“Selain itu, kami arahkan untuk putar balik,” ungkap petugas kepolisian.

Selain pembatasan akses, pemerintah juga menutup beberapa wilayah terdampak.

“Ditutup karena dikhawatirkan masih ada potensi bencana,” ujar petugas.

Di antara wilayah yang ditutup adalah Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Pronojiwo dan Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Candi Puro, Lumajang.

Baca juga: Langgar Tetap Utuh Terkena Erupsi, Warga: Selalu Dihidupkan dengan Shalat dan Qur’an

Kedua kecamatan tersebut, Pronojiwo dan Candi Puro, terletak berseberangan dengan akses penghubung yang terputus akibat terjangan muntahan erupsi.

Tim Relawan dari Baitul Maal Hidayatullah dan SAR Hidayatullah mendirikan posko bersama di kedua kecamatan tersebut. Selain penyaluran bantuan, Tim BMH-SAR Hidayatullah juga membantu evakuasi, membersihkan rumah warga dan fasilitas umum terdampak, juga mengadakan program trauma healing bagi korban, khususnya anak-anak.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mengatakan bahwa banyaknya orang yang berada di titik bencana mengganggu petugas yang sedang melaksanakan percepatan penanganan bencana.

“Apalagi di sana banyak mobil di lokasi, dan mereka berfoto-foto di lokasi, itu yang harus ditertibkan,” ungkap Thoriq dikutip Kompas.*

Rep: Fida A.
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Cak Nun:  “Saya Tidak Mempertanggungjawabkan Apa-apa”

Cak Nun: “Saya Tidak Mempertanggungjawabkan Apa-apa”

Buya Yahya: Serius Ibadah pada Sya’ban, Sukses saat Ramadhan

Buya Yahya: Serius Ibadah pada Sya’ban, Sukses saat Ramadhan

Syariat Islam di NAD Hasil Demokratisasi

Syariat Islam di NAD Hasil Demokratisasi

Lumpuhkan Begal, Santri Madura Terima Penghargaan dari Polisi

Lumpuhkan Begal, Santri Madura Terima Penghargaan dari Polisi

“Sejak Reformasi, Baru Belakangan ini Masif Pelarangan Dakwah”

“Sejak Reformasi, Baru Belakangan ini Masif Pelarangan Dakwah”

Baca Juga

Berita Lainnya