Ahad, 23 Januari 2022 / 19 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Tim SAR Targetkan Satu Minggu Operasi Pencarian Korban Hilang Akibat Erupsi Semeru

korban hilang semeru
Bagikan:

Hidayatullah.com — Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) di bawah koordinasi Basarnas di hari ke-4 paska erupsi Gunung Semeru, menargetkan waktu pencarian korban hilang selama satu minggu. Hal tersebut disampaikan Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf. Irwan Subekti dalam konferensi pers pada Selasa (7/12/2021).

Irwan Subekti yang juga menjadi Komandan Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas Guguran Gunung Semeru menyampaikan korban yang masih dinyatakan hilang berjumlah 22 orang. Upaya pencarian difokuskan di Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh dan wilayah Desa Curah Kobokan.

Lebih lanjut dalam operasi pencarian, Irwan mengatakan tim gabungan sangat memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan di lapangan.

“Pencarian pagi hingga sore dengan memperhatikan cuaca di Lumajang. Hampir setiap hari, setiap sore rata-rata turun hujan. Upaya pencarian sangat dipengaruhi kondisi hujan di lapangan,” ujarnya dalam lansiran oleh BNPB.

Upaya pencarian warga yang masih dinyatakan hilang akan mengoptimalkan kemampuan para personel di lapangan, yang juga dibantu dengan alat berat. Ia pun selalu mengingatkan kewaspadaan terhadap kondisi material vulkanik yang masih panas dan kondisi hujan di puncak gunung agar terhindar dari banjir lahar dingin.

Pada kesempatan itu, posko memprioritaskan pada operasi pencarian dan penanganan warga yang mengungsi. Terkait dengan penambang pasir yang hilang, pihaknya akan memastikan identitas korban yang saat ini masih dalam proses identifikasi.

Dari jumlah korban meninggal sebanyak 34 orang, 10 di antaranya belum teridentifikasi.

Irwan juga menyebutkan bahwa warga yang mengungsi berjumlah 4.250 jiwa, yang tersebar pada beberapa titik di Kabupaten Lumajang dan hanya ada 1 titik, masing-masing di Kabupaten Malang dan Blitar.

Berikut ini rincian distribusi penyintas di beberapa wilayah Kabupaten Lumajang.

Jumlah warga mengungsi di Kecamatan Candipuro 1.733 jiwa, Pasirian 974, Tempeh 400, Pronojiwo 295, Lumajang 199, Pasrujambe 197, Sukodono 191, Sumbersuko 67, Jatiroto 56, Yosowilangun 28, Ranuyoso 26, Rowokangkung 16 dan Gucialit 8.

Sementara itu, Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq menambahkan, pemerintah daerah berupaya untuk memberikan pelayanan kepada para penyintas secara optimal. Untuk itu, Tim SAR Hidayatullah bersama Baitul Maal Hidayatullah akan segera membuka program trauma healing. Di antara prioritasnya adalah, program bermain dan belajar untuk anak-anak warga yang terdampak.

Bupati Thoriqul menyampaikan untuk penanganan jangka pendek, menengah dan panjang warga di tempat pengungsian, pihaknya akan memindahkan warga yang mengungsi ke fasilitas-fasilitas pendidikan, seperti SD, SMP dan SMA di Lumajang.

“Tempat pengungsian sekarang berada di beberapa fasiltias umum balai desa dan kecamatan, selanjutnya akan direlokasi ke sekolah. Saat ini kami sedang menginvetaris sekolah SD, SMP dan SMA yang bisa digunakan sebagai tempat penampungan,” ujar Thoriqul.

Proses relokasi pemukiman warga terdampak saat ini dalam proses identifikasi lokasi, yang diutamakan pada lahan-lahan milik pemerintah dan pemerintah daerah.

Selanjutnya, Thoriqul Haq mengharapkan dukungan media untuk ikut mendorong semangat positif agar tercipta suasana kondusif untuk percepatan penanganan paska bencana. *

Rep: Fida A.
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Ridwan Kamil: Semua Kekisruhan Ini karena Mahfud MD Izinkan Massa Jemput HRS

Ridwan Kamil: Semua Kekisruhan Ini karena Mahfud MD Izinkan Massa Jemput HRS

Ulama Dunia Sebut Negara-negara Arab Perlu Melihat Umat Islam Indonesia

Ulama Dunia Sebut Negara-negara Arab Perlu Melihat Umat Islam Indonesia

Banyak Pelaku Kasus Terorisme Sengaja Dipelihara

Banyak Pelaku Kasus Terorisme Sengaja Dipelihara

Hayati: Kemenag pernah Minta Buka Cadar Jika Mau Mengajar

Hayati: Kemenag pernah Minta Buka Cadar Jika Mau Mengajar

Panja BPIH Minta Maskapai Turunkan Ongkos

Panja BPIH Minta Maskapai Turunkan Ongkos

Baca Juga

Berita Lainnya