Sabtu, 22 Januari 2022 / 18 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Sejumlah Tokoh Hadiri Perayaan Hari Nasional UEA

hari nasional uea
Bagikan:

Hidayatullah.com—Sejumlah pejabat dan tokoh politik, pengusaha, pers dan media, duta besar dan kepala perwakilan negara-negara Arab dan asing menghadiri perayaan Hari Nasional Uni Emirat Arab (UEA) yang ke-50. Kedutaan Besar UEA di Jakarta mengadakan resepsi perayaan Hari Nasional ke-50 pada Kamis malam, 2 Desember 2021 di Hotel Westin Jakarta.

Perayaan juga dihadiri Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian Indonesia. H.E. Abdulla Salem  AlDhaheri, Duta Besar UEA untuk Indonesia dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), dalam pidatonya pada kesempatan ini mengulas pencapaian besar pembangunan yang dicapai sejak pembentukan Tujuh Emirat yang saat ini telah berusia lebih dari 50 tahun.

Dia menekankan bahwa UEA, sejak didirikan pada 2 Desember 1971, mengikuti prinsip mempromosikan keamanan, perdamaian dan pembangunan yang berkelanjutan di berbagai bagian kawasan dan dunia. Prinsip ini merupakan bagian dari dimensi fundamental dari kebijakan luar negeri UEA.

Menurut Duta Besar, terpilihnya UEA menjadi anggota Dewan Keamanan PBB untuk periode 2022-2023 sejalan dengan keyakinan UEA yang kuat akan pentingnya untuk memperkuat hubungan antara anggota Dewan Keamanan untuk menanggapi tantangan internasional. Dia juga menekankan bahwa terpilihnya UEA dalam Keanggotaan Dewan Hak Asasi Manusia periode 2022-2024 merupakan puncak dari kebijakan yang ditempuh UEA dalam mengkonsolidasikan hak dan kebebasan.

Duta Besar UEA juga memuji peran penting yang dilakukan oleh kaum perempuan UEA, yang merupakan bagian integral dari pencapaian paling menonjol dari UEA selama periode terakhir. Dubes AlDhahiri juga memuji hubungan bilateral UEA-Indonesia, yang dalam beberapa tahun terakhir telah mencapai tingkat kemitraan strategis di berbagai bidang politik, ekonomi dan perdagangan, berkat hubungan istimewa yang menghubungkan kepemimpinan kedua negara.

Puncaknya adalah kunjungan Bapak Presiden Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia ke negara itu pada 2 sampai 4 November 2021, yang merupakan kunjungan ketiga Presiden Joko Widodo ke UEA selama masa kepresidenannya, yang merupakan bukti terbaik dari kedalaman hubungan bilateral. Kunjungan ini menghasilkan penandatanganan 19 perjanjian bilateral dan kesepakatan investasi senilai sekitar $32,7 miliar di berbagai bidang yang akan membantu memperkuat perekonomian Indonesia dan akan mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk menghidupkan kembali perekonomian nasional pasca pandemi Covid-19.

Duta besar menyampaikan ucapan selamat dan berkah terhangat kepada Yang Mulia Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, Presiden Negara, semoga Allah melindunginya; dan kepada saudaranya, Yang Mulia Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden, Perdana Menteri dan Penguasa Dubai; dan Yang Mulia Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, dan saudara-saudara mereka Yang Mulia Para Sheikh, anggota Dewan Tertinggi dan Penguasa Emirat, dan kepada pemerintah dan rakyat UEA pada kesempatan Hari Persatuan UEA yang ke-50.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia,  Agus Gumiwang Kartasasmita, mengucapkan selamat kepada pimpinan dan rakyat UEA atas pencapaian besar yang telah dicapai selama lima puluh tahun terakhir. Dia juga memuji hubungan UEA-Indonesia, yang membuktikan UEA sebagai mitra penting dan berpengaruh bagi tumbuhnya ekonomi dan investasi di Indonesia.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Ketua Umum LDII Abdullah Syam Meninggal

Ketua Umum LDII Abdullah Syam Meninggal

Gagalkan Konspirasi dan Islamophobhia  dengan Iman dan Ukhuwah

Gagalkan Konspirasi dan Islamophobhia dengan Iman dan Ukhuwah

Kebutuhan Korban Tsunami Banten dan Lampung

Kebutuhan Korban Tsunami Banten dan Lampung

Nashirul Haq: Tiga Syarat Menjadi Laznas Sukses

Nashirul Haq: Tiga Syarat Menjadi Laznas Sukses

Kecam Wacana Fiqih Produk Perang Salib, Ketua Front Santri Indonesia: Fiqih Lahir Jauh Sebelum Itu

Kecam Wacana Fiqih Produk Perang Salib, Ketua Front Santri Indonesia: Fiqih Lahir Jauh Sebelum Itu

Baca Juga

Berita Lainnya