Rabu, 8 Desember 2021 / 3 Jumadil Awwal 1443 H

Nasional

Tanggapi Tuntutan MUI Dibubarkan, Ma’ruf Amin: Sangat Tidak Rasional

narkoba ma'ruf
Bagikan:

Hidayatullah.com — Wakil Presiden Ma’ruf Amin menanggapi tuntutan pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) oleh beberapa pihak. Ma’ruf mengungkap hal tersebut sangat tidak rasional.

“Akhir-akhir ini itu banyak atau ada sekelompok yang menginginkan supaya MUI itu dibubarkan. Seperti banyak jawaban yang diberikan oleh para tokoh masyarakat, pimpinan ormas, pimpinan negara, tuntutan itu memang sangat tidak rasional. Saya sependapat itu dengan pendapat para tokoh itu,” ujar Ma’ruf, Selasa (23/11/2021), dilansir oleh Detik.com.

Ma’ruf yang juga merupakan Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini mengatakan MUI merupakan representasi lebih dari 60 organisasi islam dan beberapa tokoh cendekiawan. Selain sebagai pelayan masyarakat, MUI disebut sebagai mitra pemerintah.

Ma’ruf mengatakan MUI telah lebih dulu membuat fatwa terkait terorisme, dengan mengharamkan tindakan terorisme dan menyatakan terorisme bukan termasuk dalam jihad. Selain itu, Ma’ruf menyebut MUI turut menginisiasi terbentuknya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

“Dalam kaitan dengan terorisme, saya kira MUI pagi-pagi sudah membuat fatwa tentang terorisme sebagai tindakan yang haram dan tidak termasuk jihad. Fatwa inilah yang dijadikan rujukan, referensi dari berbagai upaya penanggulangan dan pemberantasan terorisme, dan MUI tidak hanya membuat fatwa, tapi juga membuat lembaga yang menanggulanginya namanya TPT Tim Penanggulangan Terorisme yang ketuanya juga saya sendiri, ketika itu penanggulangan terorisme negara masih dalam bentuk desk terorisme di Menkopolhukam,” kata Ma’ruf.

“TPT ini bersama dengan desk terorisme itu terus melakukan upaya upaya sosialisasi dalam rangka menangkal terorisme, menangkal radikalisme, bahkan MUI bersama dengan ormas islam lainnya, bersama dengan pemerintah dalam hal ini Menkopolhukam menginisiasi lahirnya badan nasional penanggulangan terorisme atau BNPT,” sambungnya.

Ma’ruf menuturkan, MUI dan BNPT terus melakukan upaya kontraradikalisme sehingga menurut Ma’ruf menjadi sebuah kesalahan besar bila MUI dianggap tak memperhatikan permasalahan teroris.

“MUI bersama BNPT terus melakukan upaya-upaya untuk kontra radikalisme, dan langkah-langkah deradikalisasi. Jadi kalau MUI secara lembaga dianggap justru tidak memperhatikan teroris itu suatu kesalahan besar, karena memang sejak awal MUI merupakan partner pemerintah dalam rangka penanggulangan terorisme,” ujar Ma’ruf.

Terkait adanya anggota MUI yang diduga terlibat dalam terorisme, Ma’ruf mendukung dilakukan penindakan. Menurutnya, bila ada penyusup, maka penyusupnya yang dibakar bukan rumahnya.

“Jadi itu yang saya kira perlu dipahami, jangan karena satu orang, namanya penyusupan di mana-mana ada penyusupan itu bukan rumahnya yang dibakar tapi tikusnya. Dan MUI mendukung penanggulangan atau penindakan terhadap mereka yang terlibat terorisme siapapun dia, walaupun itu dia pengurus MUI kalau dia terbukti nanti juga begitu. Kalau anak saya Fatimah pencuri saya potong tangannya, begitu itu Rasullah, yang dilakukan MUI begitu,” imbuhnya.*

Rep: Fida A.
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

BIN Bantah Terlibat terkait Fitnah Terhadap HRS di Saudi

BIN Bantah Terlibat terkait Fitnah Terhadap HRS di Saudi

Izin Pamit, Syeikh Adnan Dikerubutin Santri Minta Tanda Tangan

Izin Pamit, Syeikh Adnan Dikerubutin Santri Minta Tanda Tangan

IPHI Programkan Pemberdayaan Ekonomi Syariah

IPHI Programkan Pemberdayaan Ekonomi Syariah

YLKI Sumut: Waspada Daging Babi Celeng dari Jambi

YLKI Sumut: Waspada Daging Babi Celeng dari Jambi

FAAS Jawa Timur Desak Polri Tindak Tegas Para Pelaku Pembakaran Masjid Tolikara

FAAS Jawa Timur Desak Polri Tindak Tegas Para Pelaku Pembakaran Masjid Tolikara

Baca Juga

Berita Lainnya