Jum'at, 3 Desember 2021 / 28 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Sekum Muhammadiyah: Agama Tak Perlu Disamakan

Bagikan:

Hidayatullah.com — Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak memandang semua agama sama. Pasalnya, semua agama mempunyai doktrin keyakinan masing-masing.

Mu’ti menjelaskan keragaman agama merupakan realitas yang tak terbantahkan. Hal ini tertuang dalam QS. Al-Hujurat ayat 13, bahwa Allah menciptakan keragaman, termasuk keragaman agama.

Hanya saja Mu’ti menegaskan Islam adalah satu-satunya agama yang diridhai Allah SWT (QS. Ali Imran: 19). Karena itu juga, Ia melanjutkan, setiap pemeluk agama tentu dipersilakan melaksanakan ajaran agamanya masing-masing. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al Kafirun ayat 6: “untukmu agamamu, dan untukku agamaku”.

“Muhammadiyah tidak dalam posisi tersebut (menyamakan semua agama), sebab agama itu berbeda-beda itu memang kehendak Allah. Jadi kalau kita lihat dari Al-Qur’an ada pluralitas yang bermakna realitas tapi kemudian di ayat yang lain inna al-dina ‘inda-llahi al-islam dan lakum dinukum wa liyadin memang bermakna agama itu berbeda beda,” ujar Mu’ti dalam Pengajian Tarjih, seperti dikutip, Selasa (23/11/2021).

Mu’ti mengaku kerap ditanya pandangan Muhammadiyah tentang persoalan ini dan jawabannya sering mengutip ungkapan tokoh Nahdlatul Ulama KH. Hasyim Muzadi: “yang beda jangan disama-samakan dan yang sama jangan dibeda-bedakan”. Jadi, meski dalam urusan teologi berbeda keyakinan, namun dalam beberapa hal semua agama memiliki nilai yang sama, misalnya, tentang larangan melakukan kerusakan di lingkungan hidup.

“Memang kita berbeda tapi kita ada universalitas dalam irisan tertentu, sebagai contoh tentang kerusakan lingkungan hidup, ada tokoh yang berbicara tentang perubahan iklim, ternyata terbukti semua agama melarang kerusakan di muka bumi baik Islam, nasrani, dan yang lain. Tapi jangan karena kesamaan ini kemudian kita mengatakan bahwa agama itu semua sama,” kata Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah ini.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Ketua PBNU: Jangan-jangan Google Diciptakan untuk Merusak Umat Islam

Ketua PBNU: Jangan-jangan Google Diciptakan untuk Merusak Umat Islam

Sejarah Islam di Rantau Nusantara Harus Diluruskan

Sejarah Islam di Rantau Nusantara Harus Diluruskan

#IndonesiaTanpaJIL Gelar Kelas Sejarah Islam dan Pancasila

#IndonesiaTanpaJIL Gelar Kelas Sejarah Islam dan Pancasila

Umat Islam, Sering Jadi Korban Media

Umat Islam, Sering Jadi Korban Media

Penindasan Rohingya, Tokoh Lintas Agama: Pelakunya Harus Diajukan ke Mahkamah Pidana Internasional

Penindasan Rohingya, Tokoh Lintas Agama: Pelakunya Harus Diajukan ke Mahkamah Pidana Internasional

Baca Juga

Berita Lainnya