Rabu, 1 Desember 2021 / 25 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Pesan Muhammadiyah kepada Panglima TNI Andika Perkasa: Utamakan Kepentingan Negara

Antara
Panglima TNI Andika Perkasa
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, jabatan Panglima TNI adalah posisi puncak yang sangat penting dan strategis untuk memimpin TNI sebagai alat pertahanan negara.

Panglima TNI, sambungnya, juga sangat penting dan strategis dalam tugas utama menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan keutuhan bangsa dan negara.

Hal ini disampaikan Haedar seiring ucapan selamat PP Muhammadiyah kepada Jenderal TNI Andika Perkasa atas dilantiknya sebagai Panglima TNI oleh Presiden Joko Widodo.

“Kami percaya Jenderal Andika dengan pengalamannya dan keilmuan serta wawasannya yang luas mampu menjalankan amanat negara dengan baik dan sukses,” tutur Haedar lewat keterangannya (19/11/2021).

Muhammadiyah berpesan kepada Andika akan menjadikan TNI betul-betul sebagai alat negara yang berdiri tegak di atas konstitusi serta mengutamakan kepentingan negara dengan selurus-lurusnya.

“Tanamkan integritas seluruh anggota TNI berjiwa kenegarawanan dan kejuangan meneladani Jenderal Besar Soedirman serta menjalankan Pancasila dengan konsisten,” imbuh Haedar.

TNI, pesan Haedar, harus menjadi kekuatan pemersatu bangsa dan negara.

Muhammadiyah yang kader utamanya menjadi tokoh perang gerilya dan Panglima pertama yaitu Jenderal Soedirman, senantiasa mendukung peran TNI serta bekerja sama untuk tegaknya kedaulatan NKRI.

PP Muhammadiyah pun menyampaikan terima kasih kepada Marsekal Hadi Tjahjanto atas kerjasa manya selama menjabat sebagai Panglima TNI yang dinilai telah bekerja dengan baik untuk kepentingan bangsa dan negara.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Dinilai Sosok Sombong, 93 % Responden Tolak Ahok jadi Gubernur

Dinilai Sosok Sombong, 93 % Responden Tolak Ahok jadi Gubernur

KPU Bantah Cawapres 01 Ma’ruf Amin Melanggar Ketentuan Pemilu

KPU Bantah Cawapres 01 Ma’ruf Amin Melanggar Ketentuan Pemilu

BJ Habibie: Kalau Semua Berpolitik, Siapa Yang Bekerja?

BJ Habibie: Kalau Semua Berpolitik, Siapa Yang Bekerja?

Bantu Rohingya, Jangan Terprovokasi Balas Buddha di Tanah Air

Bantu Rohingya, Jangan Terprovokasi Balas Buddha di Tanah Air

PSHTN FHUI: Plt Gubernur dari Polri Bertentangan dengan UU Pilkada

PSHTN FHUI: Plt Gubernur dari Polri Bertentangan dengan UU Pilkada

Baca Juga

Berita Lainnya