Selasa, 7 Desember 2021 / 2 Jumadil Awwal 1443 H

Nasional

Pengamat Terorisme: Densus Masih Percaya Perspektif Lama JI, Farid Okbah dan Zain Bukan Teroris

pengamat terorisme al chaidar
Bagikan:

Hidayatullah.com — Pengamat terorisme Al Chaidar menilai bahwa Densus 88 masih menggunakan paradigma terkait organisasi Jamaah Islamiyah (JI) yang maasih fisebut sebagai organisasi teroris.

Akibat paradigma lama tersebut, menurutnya, Densus 88 pun menganggap Farid Ahmad Okbah dan Ahmad Zain An-Najah sebagai terduga teroris dan menangkapnya.

Padahal, menurut pengamat terorisme yang juga dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, Aceh ini, JI saat ini sudah berubah, bukan lagi organisasi terorisme.

“Ustadz Zain dan Farid Okbah bukan teroris Jamaah Islamiyah sudah bukan lagi menjadi organisasi teroris,” ujar pria yang pernah aktif di NII (Negara Islam Indonesia) versi Abu Toto Abdussalam sejak 1991-1996 ini, saat diwawancarai hidayatullah.com, Rabu (17/11/2021).

Al Chaidar menyebutkan bahwa JI sudah 3 kali mengalami transformasi. “JI sudah tidak lagi menjadi organisasi teroris. JAD, MIT, dan ISIS yang masih bergerak sebagai teroris. OPM dan MIT adalah teroris tamkin. Densus masih mempercayai perspektif lama tentang JI,” ujarnya.

Kata Al Chaidar, JI sekarang beda dengan JI lama. Pertama, 1992 hingga 1998, JI adalah organisasi jihadis yang berusaha membebaskan dan membantu negara-negara Muslim yang dijajah seperti Afghanistan, Mindanao, Pattani, dan Palestina.

“Ada 4 atau setidaknya 3 kali transformasi JI,” imbuhnya.

Beberapa Ustadz Ditangkap Densus 88, Wantim MUI Duga Ada ‘Big Hidden Agenda’

Kedua, kata Al Chaidar, pada kurun 1999-2007, JI menjadi organisasi teroris. Sejumlah pemboman melibatkan JI bahkan hingga gedung WTC di USA.

Ketiga, tambahnya, pada 2008-2013, JI menjadi organisasi dakwah dan meninggalkan operasi-operasi teror di berbagai wilayah.

“Sudah sejak 2007 akhir mereka memutuskan untuk tidak lagi bergerak dalam operasi terorisme. Tapi kalau untuk membeli bom dan senjata, itu pasti ngarang. JI konsisten kok dengan janji mereka sejak 2007. Saya lihat tak ada pengingkaran terhadap janji itu,” paparnya.

Keempat, 2013-2021 sekarang, masih kata Al Chaidar, JI menjadi organisasi -orgaisasi humanitarian dan kemanusiaan.

“Aliran dana dari ABA ke Ustadz Farid Okbah mungkin saja adanya,” sebut penulis buku “Pemikiran Politik Proklamator Negara Islam Indonesia S.M. Kartosoewirjo” ini.

Selasa (16/11/2021 pagi Densus 88 menangkap tiga dai di tiga tempat berbeda. Ketiganya yaitu Farida Ahmad Okbah, Ahmad Zain An-Najah, dan Anung Al-Hamat, mereka telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan terkait terorisme dan dikaitkan dengan organisasi JI.*

Pengacara: Dikenal Taat Hukum, Menemui Presiden Jokowi, Disebut Teroris

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Siapkan 10 Ribu Dai, Cinta Quran Center Tahfidz dan Da’i Institute Resmi Berdiri

Siapkan 10 Ribu Dai, Cinta Quran Center Tahfidz dan Da’i Institute Resmi Berdiri

Persekutuan Gereja di Papua Persoalkan Menara Masjid, Adzan, dan Busana Keagamaan

Persekutuan Gereja di Papua Persoalkan Menara Masjid, Adzan, dan Busana Keagamaan

KH Said Aqil: Yang Berpolitik Uang Akhlaknya Rendah

KH Said Aqil: Yang Berpolitik Uang Akhlaknya Rendah

Wamenag Zainut: Sosok Gus Solah Membela yang Benar

Wamenag Zainut: Sosok Gus Solah Membela yang Benar

Menag: Masa Orba Syiah Bukan Islam!

Menag: Masa Orba Syiah Bukan Islam!

Baca Juga

Berita Lainnya