Rabu, 1 Desember 2021 / 25 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Kota Bandung Punya Kawasan Tanpa Rokok, Pelanggar Bisa Didenda

Wakil Wali Kota Bandung, Oded Muhammad Danial
Bagikan:

Hidayatullah.com — Peringatan ke-57 Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2021, Wali Kota Bandung Oded M Danial memperluas kawasan tanpa rokok (KTR) di daerahnya.

Alun-alun Bandung menjadi kawasan KTR pertama, kemudian disusul empat titik baru, yakni Plaza Balai Kota Bandung, Pasar Cihapit, Taman Tongkeng dan Jalan Braga.

Melasir laman Detikcom, Oded menyampaikan dengan adanya Perda tentang KTR dan direalisasikannya KTR di sejumlah titik di Kota Bandung bisa mengedukasi dan mengingatkan warga Kota Bandung tentang bahaya dari rokok.

“Saya harap dipahami oleh semua warga Kota Bandung. Bagi masyarakat yang belum bisa merokok, maka diharapkan indahkanlah Perda ini. Paling tidak hindari jangan sampai merokok di sembarang tempat,” kata Oded.

Oded mengaku akan memperbanyak KTR di Kota Bandung. Namun yang terpenting adalah dengan hadirnya Perda tentang KTR mengingatkan warga bahwa merokok itu berbahaya bagi diri sendiri dan jika merokok di sembarang tempat bisa berdampak kepada orang lain.

KTR merupakan tindak lanjut Peraturan Daerah (Perda) Kota Bandung Nomor 4 Tahun 2021 tentang Kawasan Tanpa Rokok pada Mei 2021 lalu. Ada denda yang diatur di dalamnya.

“Mang Oded juga dulu perokok berat, sehari bisa sampai 2 bungkus setengah. Setelah menyadari itu (bahaya merokok), saya berhenti. Penjualan rokok di KTR juga akan dibatasi, dan bagi yang melanggar ada sanksi sampai denda Rp 500 ribu,” ungkapnya.

Terkait HKN, Oded mengaku bersyukur, pandemi Covid-19 di Kota Bandung semakin terkendali. Terlihat dari vaksinasi yang sudah mencapai 96 persen dosis pertama dan 81 persen dosis kedua, serta bed occupancy rate (BOR) 6 persen.

“Mudah-mudahan terus terkendali, meski pun sudah dibuka beberapa kegiatan ekonomi sosial masyarakat, saya tetap minta warga jaga terus protkesnya, yang penting tetap memakai masker,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Ahyani Raksanagara menuturkan, peresmian rambu KTR di empat daerah berbeda ini dapat membantu meningkatkan kesehatan warga Bandung.

Selain sebagai upaya menurunkan jumlah prevalensi perokok di Kota Bandung dan melindungi generasi muda Kota Bandung dari bahaya, namun juga dapat membantu menurunkan tingkat penyebaran Covid-19 di Kota Bandung. “Harapannya mulai awal tahun 2022 nanti, seluruh area publik di Kota Bandung akan terlindungi oleh Perda KTR secara utuh,” ujarnya.

Menurutnya, Perda Kota Bandung nomor 4 Tahun 2021 tentang KTR mengatur tentang implementasi kawasan tanpa rokok. Termasuk aktivitas merokok, promosi, iklan, hingga kegiatan dengan sponsor rokok di Kota Bandung di delapan area KTR.

Sebanyak 8 KTR tersebut, yakni fasilitas pelayanan kesehatan, tempat belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, transportasi umum, tempat kerja, tempat umum, serta tempat lain yang telah ditetapkan berdasarkan keputusan wali kota.

“Perda KTR juga merupakan perwujudan komitmen Pemkot Bandung yang turut ambil bagian dalam program global Partnership for Healthy Cities – jaringan yang terdiri dari 70 kota di dunia yang bertujuan di antaranya memperkuat tata kelola perkotaan, memastikan kebijakan untuk kesehatan yang terpadu, dan mempromosikan inovasi berkelanjutan untuk kesehatan,” ucap Ahyani.

“Proses Implementasi KTR menunjukkan dengan jelas upaya Kota Bandung dalam melindungi masyarakatnya dari penyakit tidak menular (PTM). Seperti kanker, penyakit jantung, diabetes, juga berbagai macam cedera. Seluruh kegiatan ini juga dikampanyekan melalui sosial media dengan tagar #LeuwihHadeTeuNgaroko,” pungkasnya.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Persis: Kawal Penolakan RUU HIP Sampai DPR Membatalkannya

Persis: Kawal Penolakan RUU HIP Sampai DPR Membatalkannya

Mendiknas: Sekolah Tolak Hormat Bendera Tidak Ditutup

Mendiknas: Sekolah Tolak Hormat Bendera Tidak Ditutup

PP Muhammadiyah: Sebaiknya UIN Yogyakarta Pertimbangkan Persekusi Cadar

PP Muhammadiyah: Sebaiknya UIN Yogyakarta Pertimbangkan Persekusi Cadar

Irman Gusman: Wacana Peradaban Islam Perlu Terus Digulirkan

Irman Gusman: Wacana Peradaban Islam Perlu Terus Digulirkan

Pakar Korea Selatan: Pemerintah Perlu Belajar Otonomi pada Muhammadiyah

Pakar Korea Selatan: Pemerintah Perlu Belajar Otonomi pada Muhammadiyah

Baca Juga

Berita Lainnya