Rabu, 8 Desember 2021 / 3 Jumadil Awwal 1443 H

Nasional

Ijtima Ulama Sepakati 12 Poin Aktual, Asrorun Niam: Semoga Bisa Jadi Panduan Wujudkan Baldatun, Toyyobatun, dan Warrobun Ghafur

Bagikan:

Hidayatullah.com — Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia ke-VII yang diinisiasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi ditutup dan menyepakati 12 poin bahasan penting.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh mengatakan selama berjalannya Ijtima Ulama ketujuh ini terjadi permusyawaratan yang saling menguatkan dan mengokohkan. Hal ini lantaran menjadi wujud dari shillatul fikri (ketersambungan pemikiran) yang terjadi karena pertimbangan kemaslahatan.

‘’Perdebatan ide, gagasan yang justru menguatkan dan mengokohkan, serta meneguhkan ukhuwah dan juga kebersamaan di antara kita,’’ ujarnya dalam sambutan penutupan Ijtima Ulama, Kamis (11/11/2021).

‘’Ini hal yang patut kita syukuri bahwa musyawarah didasarkan kepada ide, ilmu, dan hikmah akan saling menguatkan dan mengokohkan,’’ tambahnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Nahdlah itu menyebut kesepakatan sebagai bagian dari wujud komitmen untuk optimalisasi fatwa guna mengoptimalkan kemaslahatan bangsa.

‘’Musyawarah sudah kita lakukan, hasil-hasil telah kita sepakati, dengan hasil ini kita bertawakal kepada Allah mudah-mudahan ini bisa menjadi panduan di dalam mewujudkan baldatun, toyyobatun, dan warrobun ghafur,’’ jelasnya.

Adapun, 12 bahasan hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia ke-VII yakni: makna jihad, makna khilafah dalam konteks NKRI, kriteria penodaan agama, tinjauan pajak bea cukai dan juga retribusi untuk kepentingan kemaslahatan, panduan pemilu dan pemilukada yang lebih bermaslahat bagi bangsa, dan distribusi lahan untuk pemerataan dan kemaslahatan.

Selain itu, mengenai hukum pinjaman online, hukum transplantasi rahim, hukum cryptocurrency,  penyaluran dana zakat dalam bentuk qardhun hasan, hukum zakat perusahaan, dan hukum zakat saham.

Kiai Niam menambahkan, selama berjalannya musyawarah tidak didasarkan kepada kepentingan yang bersifat personal baik ananiah (egois), hizbiyyah (fanati sempit), dan lainnya.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Indonesia Tuan Rumah Konferensi Penghafal Al-Quran

Indonesia Tuan Rumah Konferensi Penghafal Al-Quran

Baby Smoker Lahir dari Pengaruh Iklan

Baby Smoker Lahir dari Pengaruh Iklan

Ilustrasi “Garuda Sobek Bendera Tauhid”, Aa Gym: Sangat Tak Rela

Ilustrasi “Garuda Sobek Bendera Tauhid”, Aa Gym: Sangat Tak Rela

Jaminan Obat Halal Hak Azasi Ummat Islam

Jaminan Obat Halal Hak Azasi Ummat Islam

KH Ma’ruf: Imam Umat Islam Indonesia secara Kelembagaan MUI

KH Ma’ruf: Imam Umat Islam Indonesia secara Kelembagaan MUI

Baca Juga

Berita Lainnya