Selasa, 7 Desember 2021 / 2 Jumadil Awwal 1443 H

Nasional

Hadir di Ijtima Ulama MUI, Anies Baswedan Tekankan Pentingnya Persatuan Bangsa

tim siber anies baswedan
Bagikan:

Hidayatullah.com — Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyatakan kegiatan Ijtima Ulama akan menghasilkan optimalisasi fatwa untuk kemaslahatan bangsa Indonesia, kelak diikat simpulnya di Jakarta.

Hal ini, menurut Anies, sejalan dengan ragam kegiatan kebangsaan Indonesia pra dan pascakemerdekaan yang banyak terjadi di Jakarta. “Di kota inilah simpul kebangsaan dan kenegaraan disusun serta diikat. Karena itu, Insya Allah nantinya Ijtima Ulama yang diselenggarakan ini akan memperkuat ikatan persatuan kesatuan bangsa Indonesia” kata saat memberikan sambutan selaku tuan rumah pada pembukaan Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VII yang berlangsung di Jakarta, Selasa (09/11/2021)

Di samping itu, Anies juga mengungkapkan saat bangsa Indonesia memutuskan bersatu, maka yang dipersatukan bukanlah asal-usul tetapi tujuan bersama. Karenanya, dia berpandangan bahwa menjadi Indonesia adalah bersatu untuk mendapatkan kemerdekaan yang hakiki hingga pada akhirnya mampu meraih keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kami sering menganalogikan menjadi Indonesia bukan sebuah percampuran, melainkan sebuah persenyawaan. Berbagai unsur bergabung membentuk unsur baru yang berbeda, sebagaimana hidrogen bertemu dengan oksigen, maka akan membentuk air,” kata Anies sembari menambahkan seringkali ketika kita melihat Indonesia lebih menekankan unsur-unsur bukan pada entitas barunya. Sehingga Bhinneka Tunggal Ika yang dilihat hanya keragaman bukan persatuannya.

Menurutnya yang paling penting dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika adalah kata Tunggal yaitu persatuan. Karena Bhinneka atau keragaman adalah ciptaan dan karunia Allah SWT yang harus disyukuri. Tetapi tunggal adalah ikhtiar manusia menjadi satu mensyukuri keragaman tersebut.

Mantan Menteri Pendidikan ini menegaskan masyarakat Indonesia punya tanggung jawab untuk merawat agar Tunggal tersebut tidak hilang. Justru harus dirawat karena perbedaan keragaman adalah kodrat dan iradat dari Allah SWT.

“Sebab keragaman yang dirawat dalam persatuan itulah, pada akhirnya Ijtima Ulama berlangsung tanpa perlu ada penerjemah. Karena semua suku telah sepakat, satu bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia,” kata Anies Baswedan sembari menyampaikan selamat menjalani kegiatan yang amat mulia dan penting ini. Dia berharap mudah-mudahan yang menjadi fatwa nanti mampu mendorong kemajuan bagi umat dan bangsa.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Badan Standar Nasional Pendidikan

Anggota Komisi VIII: Dosen Harus Pertimbangkan Lagi Hal Krusial Dalam Proses Pembelajaran

Pimpinan GNPF: Usut Tuntas Pelaku Persekusi Ulama

Pimpinan GNPF: Usut Tuntas Pelaku Persekusi Ulama

Penghapusan Presidential Threshold Dinilai Bikin Demokrasi Berkualitas

Penghapusan Presidential Threshold Dinilai Bikin Demokrasi Berkualitas

Humas Al Mukmin: Ahmad Yosepa Bukan Alumni

Humas Al Mukmin: Ahmad Yosepa Bukan Alumni

HTI: Tuduhan Kebohongan SBY Bukan Akar Persoalan

HTI: Tuduhan Kebohongan SBY Bukan Akar Persoalan

Baca Juga

Berita Lainnya