Sabtu, 4 Desember 2021 / 28 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Peringati Hari Pahlawan, Haedar Nashir Ingatkan Pentingnya Jaga Persatuan

muhammadiyah covid-19 berpuasa
Bagikan:

Hidayatullah.com — Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengingatkan momen setiap tanggal 10 November yang merupakan Hari Pahlawan tidak diperingati sebatas seremonial saja. Tetapi ia harus selalu terbayang sosok-sosok tangguh yang tak gentar membela bangsa.

Yakni sosok mereka yang rela bercucuran darah dan menukar jiwa demi memperjuangkan, mempertahankan kemerdekaan Indonesia. “Bangsa Indonesia tentu harus memperingati Hari Pahlawan sebagai ikhtiar untuk menyerap nilai perjuangan dari para pahlawan Indonesia sekaligus mengaktualisasikan nilai-nilai kepahlawanan itu agar hidup di dalam jiwa, alam, pikiran, sikap, dan tindakan warga dan elit bangsa. Hari Pahlawan jangan hanya dijadikan seremonial belaka,” kata Haedar melalui keterangan persnya, di Yogyakarta, Rabu (10/11/2021).

Apalagi sambung Haedar Nashir bangsa Indonesia dihadapkan dengan tantangan yang lebih kompleks, lawan tidak datang dalam bentuk penjajahan fisik. Ancaman terbesar justru hadir saat warga dan elit bangsa tidak lagi menjaga persatuan. Karenanya, ia mengingatkan agar di Hari Pahlawan kembali menghidupkan nilai-nilai kepahlawanan baik bagi warga maupun elit bangsa.

Pertama, nilai pengorbanan. Para pahlawan telah berkorban demi merawat eksistensi Republik Indonesia dalam panggung sejarah bangsa-bangsa. Jika nilai pengorbanan ini diaktualisasikan dengan baik, akan terbentuk bangsa yang peka dan mau membantu sesama, dan tidak lagi melakukan provokasi yang dapat menimbulkan konflik dalam berbangsa dan bernegara.

“Para pahlawan nasional dalam mewujudkan dan mengisi kemerdekaan Indonesia mereka berani berkorban, pikiran, harta, bahkan jiwa untuk Indonesia. Mereka memberi bukan meminta dan bukan mengambil. Itulah ciri berkorban,” tegasnya.

Kedua, meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan yang lain. Persoalan dan tantangan bangsa Indonesia begitu banyak dan kompleks. Tidak mungkin terselesaikan tanpa kolaborasi dan persatuan di antara segenap elemen anak bangsa. Para pahlawan mampu menyatukan tanah air ini karena mereka selalu meletakkan kepentingan bangsa di atas kepentingan diri, keluarga, dan kroni.

“Para pahlawan melintas batas dengan hadir untuk semua kalangan, dan mereka hadir sebagai sosok-sosok yang meletakkan kepentingan yang lebih luas di atas kepentingan yang lebih sempit. Mereka hadir tidak untuk diri, keluarga, atau kroninya, melainkan untuk kepentingan bangsa dan negara,”ujarnya.

Ketiga, nilai kenegarawaan. Para pahlawan mengajarkan bahwa eskpresi sikap kenegarawanan yang paling sederhana niscaya ada dalam tindakan jujur baik dalam perkataan maupun perbuatan. Ketika terdapat kesalahan mereka dengan gagah berani mengakui kesalahan dan tidak menutupi kesalahan dengan kesalahan yang lain. Seharusnya, kebiasaan laku jujur para pahalawan ini menjadi inspirasi dan batu tapal kemajuan untuk bangsa dan negara.

“Para pahlawan berdiri tegak di atas nilai-nilai kebenaran, kebaikan, dan kepatutan di dlama hidup. Para pahlawan adalah kesatria, di saat salah mereka berani mengakui kesalahan, dan tidak menutupi kesalahn dengan kesalahan yang lain. Mereka tidak berdusta namun sangat jujur dengan kehidupan. Jiwa kesatria ini begitu penting,” ujar Haedar.

Kempat, nilai uswah hasanah atau keteladanan hidup. Haedar menganggap bahwa menjadi teladan yang baik sebagai salah satu simpul harapan bangsa Indonesia di saat keadaan negara mengalami kerapuhan sosial sebagai imbas pertarungan politik dan ekonomi ambisius seperti sekarang ini. Perlu kiranya meneladani para pahlawan yang telah memberi panduan dalam berbangsa dan bernegara, yaitu kata dan tindakannya tidak pernah pecah kongsi.

“Para pahlawan pada dasarnya hidup sejahtera nan bersahaja, tetap jiwanya seluas samudra bahkan melampauinya. Kata sejalan dengan tindakan, sehingga masyakarat memperoleh obor dan suluh dari sikap, pikiran, cita-cita, langkah, dan jejak para pahlawan,” imbuh Haedar.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Menag: Pendidikan Islam Terus Membaik, Semangat Masyarakat Luar Biasa

Menag: Pendidikan Islam Terus Membaik, Semangat Masyarakat Luar Biasa

Terbitnya Buku “Pacaran Sehat” Menunjukkan Lemahnya Sistem Pengawasan Buku Ajar Nasional

Terbitnya Buku “Pacaran Sehat” Menunjukkan Lemahnya Sistem Pengawasan Buku Ajar Nasional

BMH Rumah Quran Jakarta

BMH Dukung Launching Pilot Project Rumah Quran Jakarta

Kritisi OBOR, Fadli Zon: nilai tambahnya Hanya Menguntungkan China

Kritisi OBOR, Fadli Zon: nilai tambahnya Hanya Menguntungkan China

Mengaku Harus Hati-hati, Ini yang MUI Kaji Soal HTI

Mengaku Harus Hati-hati, Ini yang MUI Kaji Soal HTI

Baca Juga

Berita Lainnya