Senin, 6 Desember 2021 / 30 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Komnas HAM Harap Pidana Hukuman Mati Dihapus Total

Hukuman mati
Bagikan:

Hidayatullah.com — Anggota Komnas HAM RI Sandrayati Moniaga mengatakan Indonesia sudah seharusnya menghapus secara total hukuman mati terhadap terpidana, karena dinilai tidak konstitusional.

“Jadi hukuman mati itu inkonstitusional, tapi kalau untuk saya setop total,” kata Sandrayati Moniaga saat mengikuti kegiatan national conference and media workshop on death penalty in Indonesia, di Jakarta, Rabu (03/11/2021) mengutip kantor berita Antara.

Dijelaskan Sandrayati dalam UUD 1945 jelas dikatakan bahwa hak hidup merupakan hak yang tidak dapat dikurangi dalam bentuk apa pun. Di mana, Pasal 28 huruf a UUD 1945 menyatakan setiap warga memiliki hak mempertahankan hidup dan kehidupannya, kemudian pada huruf g disebutkan setiap orang memiliki hak untuk bebas dari penyiksaan.

“Saya rasa hukuman mati merupakan hukuman yang keji dan tidak manusiawi, hal tersebut tertera jelas dalam konferensi internasional antipenyiksaan serta hak sipil dan politik,” ujarnya.

Sandrayati menyampaikan, resolusi Komisi HAM PBB telah meminta adanya penghapusan hukuman mati. Lalu, negara yang masih menerapkan hukuman mati harus membuka moratorium.

“Seharusnya kita menghapuskan hukuman mati secara total. Karena kita adalah anggota PBB, dan Indonesia menjadi anggota dewan HAM,” bebernya.

Lebih lanjut, menurut Sandrayati walau negara tetap menerapkan hukuman mati, Ia minta itu tidak diterapkan kecuali pada kejahatan seperti pembunuhan terencana dan sistematis, tentu dimulai dengan jaminan pemeriksaan dan proses hukum yang adil.

“Pada 2016 silam, sidang paripurna Komnas HAM memutuskan sikap lembaga Komnas HAM menolak hukuman mati,” tuturnya.

Pihaknya, sejauh ini kata Sandrayati juga sudah bekerjasama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia/KPAI, Ombudsman RI, dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk mewujudkan penghapusan penyiksaan dan perbuatan merendahkan martabat manusia di Indonesia dengan fokus pada tahanan.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

AC Manullang: ‘SBY didukung CIA’

AC Manullang: ‘SBY didukung CIA’

Menag: Islam Tidak Menyebarkan Ketakutan

Menag: Islam Tidak Menyebarkan Ketakutan

DPR Sesalkan Kongkow-nya Ali Imron dan Gories Mere

DPR Sesalkan Kongkow-nya Ali Imron dan Gories Mere

Innalillah, Politisi PKS Yoyoh Yusroh Berpulang

Innalillah, Politisi PKS Yoyoh Yusroh Berpulang

Kuasa Hukum: Respons HRS Biasa Saja Soal Pencabutan SP3 Kasus “Chat”

Kuasa Hukum: Respons HRS Biasa Saja Soal Pencabutan SP3 Kasus “Chat”

Baca Juga

Berita Lainnya