Rabu, 1 Desember 2021 / 25 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Lembaga Wakaf MUI: Donatur Wakaf Didominasi Kalangan Milenial

Rumahmillennials.com
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Lukmanul Hakim mengungkap bahwa para donatur wakaf didominasi oleh kalangan milenial yang berusia 24-35 tahun dengan 48 persen. Berdasarkan data dari Forum Wakaf Produktif, angka donatuf wakaf dari milenial ini jauh lebih besar dibanding rentang usia 35-55 tahun yang hanya 35 persen, kemudian usia lebih dari 55 tahun di angka 11 persen.

“Itulah kenapa MUI juga melalui Lembaga Wakaf MUI mendirikan lembaga wakaf yang berdiri sejak 2018, kita akan masuk wakaf uang. Digitalisasi wakaf bisa kita manfaatkan, apalagi melihat potensi masyarakat saat ini yang sudah mulai melek digital,” ujarnya dalam Webinar bertajuk: “Manajemen Wakaf Berbasis Digital untuk Tingkatkan Produktivitas dan Akuntabilitas Publik”.

Webinar tersebut merupakan hasil Kerjasama MUI dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang digelar pada Selasa pagi, (2/11).

“Jadi, ini penting kita gelorakan. Sesuai juga sama yang disampaikan Pak Wapres, “dan platform digital bagi peningkatan kesadaram berwakaf sangat penting terutama bila kita ingin menjangkau generasi milenial yang sehari-hari akrab dengan teknologi digital,” tambahnya sambil mengutip pernyataan Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin.

Kendati demikian, Lukman mengungkapkan, beberapa tantangan dalam penyerapan wakaf di antaranya, masih belum optimalnya tata regulasi wakaf, rendahnya regulasi wakaf, dan kapasitas nazhir yang masih rendah.

Selain itu, kata Lukman, potensi wakaf belum dioptimalkan secara maksimal untuk mengurangi angka kemiskanan dan ketimpangan di Indonesia. “Padahal seharusnya wakaf bisa menjadi instrumen yang sangat potensial dalam mengatasi permasalahan tersebut,” tuturnya.

Lukman menuturkan, bahwa Islamic Social Fun (ISF), itu harus dekat dengan masyarakat yang membutuhkan. Meski demikian, pihaknya mengatakan karena wakaf nilainya tidak boleh hilang, maka harus dijamin keberadaanya selama seseorang yang wakaf masih hidup.

“Prinsip dana sosial semisal wakaf harus kita kawal. Ketika masyarakat membutuhkan dia mudah dijangkau,” jelasnya.*

Rep: Fida A.
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Israel Negara Muslim

MAPIM: Zionis-’Israel’ Sedang ‘Mengincar’ 3 Negara Muslim di Asia

Gelar Diskusi Kebudayaan Lesbumi Maklumi Protes terhadap Film “King Suleiman”

Gelar Diskusi Kebudayaan Lesbumi Maklumi Protes terhadap Film “King Suleiman”

muhammadiyah rohingya

Muhammadiyah Resmikan Bangunan CLC Bagi Korban Konflik Rohingya

Hanya dengan Al-Qur’an dan Ulama, Umat Akan Bangkit

Hanya dengan Al-Qur’an dan Ulama, Umat Akan Bangkit

MUI dan Ormas Islam Desak Pemerintah Larang Propaganda LGBT

MUI dan Ormas Islam Desak Pemerintah Larang Propaganda LGBT

Baca Juga

Berita Lainnya