Sabtu, 27 November 2021 / 22 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Pesan Waketum MUI untuk Sukmawati: Fokus Saja dengan Agama yang Baru

Sukmawati menjalani rangkaian upacara Sudhi Wadani (upacara masuk Agama Hindu) pada Anggara Kliwon Julungwangi, Selasa (26/10) pagi sekitar pukul 10.00 Wita. Acara dilaksanakan di rumah asal Nyoman Rai Srimben (ibunda Bung Karno) di Lingkungan Bale Agung, Kelurahan Paket Agung, Kecamatan/Kabupaten Buleleng
Bagikan:

Hidayatullah.com—Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Anwar Abbas memberikan pesan untuk Sukmawati Soekarnoputeri yang baru saja murtad dan berpindah agama ke Hindu. Dia mengingatkan agar putri Sukarno tersebut fokus saja dengan agama barunya. Sukmawati telah resmi memeluk agama Hindu setelah menjalankan ritual Sudi Wadani di Bali, pada Selasa (26/10/2021) lalu.

“Saya meminta kepada ibu Sukmawati karena ibu sudah pindah agama maka jadilah ibu pengikut agama hindu yang baik. Untuk itu jagalah persatuan dan kesatuan serta keutuhan bangsa ini dengan baik. Karena ibu sekarang sudah tidak beragama islam lagi maka ibu fokus sajalah dengan agama ibu yang baru tersebut dan kami umat islam akan menghormatinya,” ungkap Anwar.

Buya Anwar juga mengingatkan agar Sukmawati tak lagi berkomentar terkait agama lamanya. “Jangan ada cerca mencerca dan jelek menjelekkan di antara kita karena itu akan merusak hubungan baik kehidupan antar umat beragama di negeri ini,” ucapnya.

“Jangan lagi ibu berkomentar dan mengurusi apalagi merendahkan agama yang ibu tinggalkan tersebut dengan menuding atau menyindir Islam dan umat Islam yang tidak toleran-lah yang macam-macam-lah.”

Buya Anwar juga mengingatkan agar Sukmawati sebagai puteri pendiri bangsa untuk turut menjaga keutuhan dan kerukunan di Indonesia. “Jagalah bangunan kehidupan berbangsa, bernegara serta beragama yang telah didirikan dan dikembangkan oleh bapak dari ibu sendiri yang darahnya mengalir dalam tubuh ibu,” ungkapnya.

Terakhir Buya Anwar berpesan agar Sukmawati menjadi seorang ibu dan warga negara serta pemeluk agama yang arif.

“Yang tidak hanya tahu tentang perasaannya, tapi juga tahu dan pandai menjaga dan mempertimbangkan perasaan orang lain agar negeri ini aman, tentram dan damai,” pungkasnya.*

Rep: Fida A.
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Kewenangan KPK Melebihi Presiden, Fahri Hamzah Ajak Masyarakat Konsolidasi Sistem Presidensialisme

Kewenangan KPK Melebihi Presiden, Fahri Hamzah Ajak Masyarakat Konsolidasi Sistem Presidensialisme

Din: Pemberantasan Terorisme Tidak Boleh Menimbulkan Teror

Din: Pemberantasan Terorisme Tidak Boleh Menimbulkan Teror

Anggito berharap 2015 Islamic Centre Sumbar Terealisasi

Anggito berharap 2015 Islamic Centre Sumbar Terealisasi

FAKTA: Iklan Rokok Pembodohan

FAKTA: Iklan Rokok Pembodohan

BWI: Wakaf Instrumen Tertinggi dalam Sejarah Peradaban Ekonomi Islam

BWI: Wakaf Instrumen Tertinggi dalam Sejarah Peradaban Ekonomi Islam

Baca Juga

Berita Lainnya