Rabu, 8 Desember 2021 / 3 Jumadil Awwal 1443 H

Nasional

Masuk Musim Hujan, Pemprov DKI Jakarta Lakukan Berbagai Persiapan

muh. abdus syakur/hidayatullah.com
Anak-anak menggunakan payung saat bermain hujan di kawasan Kalimulya, Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat pada akhir pekan, Ahad (08/12/2019).
Bagikan:

Hidayatullah.com — Memasuki musim hujan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan langkah antisipasi untuk beberapa waktu mendatang, diantara yakni menyiapkan 1.262 lokasi pengungsian lengkap dengan logistiknya.

Cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi, membuat Ahmad Riza Patria selaku Wakil Gubernur DKI Jakarta selalu siaga. “Kita menyiapkan 1.262 lokasi pengungsian, daya tampung 105.804 jiwa dan sarana prasarana pendukung seperti tenda pengungsi dapur umum logistik dan lain sebagainya,” ujar Riza dikutip pada Jumat (29/10/2021).

Dijelaskan Riza, persiapan titik lokasi pengungsian, juga diiringi dengan upaya Pemprov DKI melakukan pengerukan lumpur di seluruh sungai, waduk, situ, ataupun embung yang ada di Jakarta. Tak luput, pompa mobile dan stasiun-stasiun pompa disiagakan untuk menguras air yang menggenang di daratan. “Kita juga memasang alat ukur curah hujan di 1267 kelurahan sehingga kita tahu persis kalau musim hujan seperti apa,” katanya.

Sekedar informasi, beberapa wilayah di Indonesia mengalami peralihan musim pada Oktober 2021. diantaranya, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi Selatan. Penyebabnya anomali iklim global di Samudera Pasifik yang telah melewati ambang batas La Nina yakni mencapai -0.61°C. Sedangkan ambang batas kategori La Nina hanya -0.5°C.

Diprediksi, La Nina bakal terjadi hingga Februari 2022. La Nina diperkirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah hingga sedang seperti tahun 2020.

“Pada peralihan musim perlu diwaspadai seperti fenomena puting beliung atau cuaca ekstrem terutama di wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi Selatan,” kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers, Senin (18/10/2021).

Data BMKG, hampir 20 persen wilayah di Indonesia memasuki musim hujan. Meliputi Aceh bagian tengah, Sumatera Utara, sebagian besar Riau, Sumatera Barat, Jambi, sebagian besar Sumatera Selatan, Lampung bagian barat, Banten bagian timur, dan Jawa Barat bagian selatan.

Kemudian Jawa Tengah bagian barat, sebagian kecil Jawa Timur bagian selatan, sebagian Bali, Kalimantan Utara, sebagian besar Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan bagian selatan dan timur, Kalimantan Tengah bagian timur, Pulau Taliabu dan Pulau Seram bagian selatan.

Sementara itu, sebagian wilayah di Indonesia akan memasuki musim hujan pada Oktober 2021 ini. Wilayah itu meliputi Aceh bagian timur, Riau bagian tenggara, Jambi bagian barat, Sumatera Selatan bagian tenggara, Bangka Belitung, Banten bagian barat, dan Jawa Barat bagian tengah.

Selanjutnya, Jawa Tengah bagian barat dan tengah, sebagian daerah DI Yogyakarta, sebagian kecil Jawa Timur, Kalimantan Tengah bagian timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, serta Kalimantan Utara.

“Beberapa wilayah yang lain akan memasuki musim hujan pada bulan November hingga Desember secara bertahap dalam waktu yang tidak bersamaan. Secara umum, sampai dengan bulan November 2021, diperkirakan 47,7 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan,” jelasnya.

Pemerintah daerah dan masyarakat disarankan segera mengambil langkah mitigasi risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, maupun badai tropis. Terutama pihak yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air dan pengurangan berisiko bencana.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Hakekok PBNU

Soal Hakekok, PBNU: Tidak Ada Agama yang Punya Ritual Mandi Bareng Pria-Wanita

Muhammadiyah “Jihad Konstitusi” Gugat UU Migas

Muhammadiyah “Jihad Konstitusi” Gugat UU Migas

Relawan Guru Ngaji Dikirim ke Lombok

Relawan Guru Ngaji Dikirim ke Lombok

MUI: Gembok Cinta Tidak Sesuai Dengan Budaya Bangsa

MUI: Gembok Cinta Tidak Sesuai Dengan Budaya Bangsa

Jubir HTI Bantah Kampanye Khilafah Dianggap Langgar Undang-Undang

Jubir HTI Bantah Kampanye Khilafah Dianggap Langgar Undang-Undang

Baca Juga

Berita Lainnya