Rabu, 8 Desember 2021 / 3 Jumadil Awwal 1443 H

Nasional

Siapkan Fasilitator, Kemenag Inginkan Implementasi ‘Moderasi Beragama’ di Sekolah dan Perguruan Tinggi Umum

moderasi beragama
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ditjen Pendidikan Islam Kemenag melatih dan menyiapkan Fasilitator Moderasi Beragama. Hal itu untuk mendampingi implementasi “Moderasi Beragama” di Sekolah dan Perguruan Tinggi Umum (PTU).

Laman Kemenag.go.id melansir terdapat 42 fasilitator yang dilatih. Mereka mewakili 21 Organisasi Masyarakat (Ormas) penerima hibah implementasi terbatas Moderasi Beragama Berbasis Pendidikan Karakter. Selain itu, ikut juga enam peserta perwakilan Kantor Kemenag Wilayah Provinsi se Jawa.

Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) Amrullah mengatakan, praktik moderasi beragama sudah ada sejak dulu. Perumusan Pancasila dan UUD 45 oleh para tokoh dari beragam agama, suku, budaya juga bagian dari praktik itu.

Moderasi ini akan mengedepankan keadilan, keseimbangan agar tidak terjebak dalam jalan ekstrem, tidak berat ke sebelah, baik ekstrem kanan maupun kiri,” tutur Amrullah di Tanggerang, Rabu (20/10/2021).

“Moderasi Beragama adalah pemahaman yang berada di tengah-tengah, pemahaman yang mengedepankan keadilan, pemahaman yang mengedepankan hal terbaik,” imbuhnya.

Dikatakan Amrullah, moderasi beragama tidak untuk satu golongan bahkan satu agama saja, tapi untuk seluruh umat manusia. Apalagi, masyarakat Indonesia sangat beragam, termasuk dalam keberagamaan.

“Harapan saya, moderasi beragama tidak hanya dirasakan di Indonesia tetapi juga di negara-negara lain. Praktik baik yang ada di Indonesia, akan menjadi contoh negara-negara di dunia,” harap Amrullah.

Kepala sub bagian Tata Usaha Direktorat PAI Kemenag Rizky Fisa Abadi, menambahkah, tujuan pelatihan ini adalah menyediakan fasilitator terkait dengan implementasi terbatas Moderasi Beragama Berbasis Pendidikan Karakter di Sekolah. Menurutnya, fasilitator nantinya yang akan memberikan pelatihan langsung kepada guru dan siswa serta mahasiswa di daerah pilot project.

“Ada enam provinsi yang menjadi pilot project, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, DI Yogyakarta dan DKI Jakarta,” pungkas Rizky.*

Rep: Fida A.
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Masuk Islam, Mualaf China Rasakan Ketenangan

Masuk Islam, Mualaf China Rasakan Ketenangan

mitigasi bencana umrah indonesia

Wakil Ketua MPR: Jangan Sampai Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Pertanda Buruk Bagi Penegakan Hukum

Psikolog Ajak Orangtua Budayakan Anak Baca Buku, bukan Gadget

Psikolog Ajak Orangtua Budayakan Anak Baca Buku, bukan Gadget

Kasus Dugaan Terorisme yang Dituduhkan ke Munarman, Jaksa Minta Habib Rizieq Diperiksa Densus 88

Kasus Dugaan Terorisme yang Dituduhkan ke Munarman, Jaksa Minta Habib Rizieq Diperiksa Densus 88

Delegasi Muslim Australia Kunjungi UMY

Delegasi Muslim Australia Kunjungi UMY

Baca Juga

Berita Lainnya