Senin, 29 November 2021 / 23 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Waketum MUI Sebut Rencana Pemerintah Jadikan Kemal Attaturk Nama Jalan Sakiti Umat Islam

azim arrasyid/hidayatullah.com
Buya Anwar Abbas, Wakil Ketua Umum MUI periode 2020-2025, Sekjen MUI 2015-2020.
Bagikan:

Hidayatullah.com— Wakil ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Anwar Abbas sebut rencana pemerintah untuk menjadikan Mustafa Kemal Attaturk sebagai nama jalan di Jakarta akan menyakiti hati umat Islam. Buya Anwar juga menyebut Kemal Attaturk sebagai tokoh yang sudah mengacak-acak ajaran Islam.

“Mustafa kemal attaturk adalah seorang tokoh yang sudah mengacak-acak ajaran Islam. Banyak sekali hal-hal yang dia lakukan yang bertentangan dengan ketentuan yang ada dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah,” ungkap Abbas kepada Hidayatullah.com.

Menurut Abbas, cara Attaturk dalam upayanya menjadikan Turki negara maju telah menjauhkan rakyat Turki dari ajaran agama Islam. Di antaranya dengan melarang agama Islam dibawa dalam kehidupan publik.

“Jadi Mustafa Kemal Attaturk ini adalah seorang tokoh yang kalau dilihat dari fatwa MUI adalah orang yang pemikirannya sesat dan menyesatkan. Oleh karena itu, kalau pemerintah Indonesia akan tetap menghormatinya dengan mengabadikan namanya menjadi nama salah satu jalan di ibukota Jakarta, hal demikian jelas akan sangat menyakiti hati umat Islam,” ungkap Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah tersebut.

97 Tahun setelah Ataturk Mendirikan Sekularisme Turki

Anwar juga mengatakan negara dengan dasar Pancasila, di mana sila pertama adalah “Ketuhanan yang Maha Esa”, tak sepatutnya memberi penghormatan pada tokoh sekuler yang melecehkan agama.

“Bagaimana mungkin sebuah negara bernama Indonesia yang berdasarkan pancasila dimana sila pertamanya adalah ‘Ketuhanan yang Maha Esa’, pemerintahnya akan menghormati seorang tokoh sekuler yang melecehkan agama Islam, yang menjadi agama dari mayoritas rakyat di negeranya,” tandasnya.

Anwar juga menegaskan bahwa wacana pemerintah tersebut merupakan “sebuah tindakan tak arif dan jelas akan menyakiti, serta mengundang keresahan di kalangan umat Islam”.

Pemerintah Turki sebelumnya mengungkap rencana memberi nama jalan di depan KBRI Ankara dengan nama “Ahmet Soekarno”, yang merupakan salah satu Bapak Bangsa Indonesia. Akan tetapi pemerintah Turki disebut juga menginginkan tindakan serupa dari Indonesia. Oleh karena itu, KBRI Ankara mengusulkan nama Kemal Attaturk sebagai salah satu nama jalan di DKI Jakarta.*

Rep: Fida A.
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Tak Sukses Rayakan Asyuro, Jalaluddin Rakhmat akan Lapor Komnas HAM Hari Senin

Tak Sukses Rayakan Asyuro, Jalaluddin Rakhmat akan Lapor Komnas HAM Hari Senin

kesehatan syariah

Wapres: MUI Harus Jadi Pusat Kebaikan

Pembahasan Alot, LSM Tolak Draf RUU Intelijen

Pembahasan Alot, LSM Tolak Draf RUU Intelijen

Stabilkan Harga Beras, Saran Rizal Ramli: Bulog Punya Stok 2,5 Juta Ton

Stabilkan Harga Beras, Saran Rizal Ramli: Bulog Punya Stok 2,5 Juta Ton

Kemenag: Rohis Pionir Perubahan, Pelopor Wawasan Keagamaan

Kemenag: Rohis Pionir Perubahan, Pelopor Wawasan Keagamaan

Baca Juga

Berita Lainnya