Senin, 6 Desember 2021 / 30 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Terbitkan Surat Edaran Baru, Satgas Covid-19: Semua Pelaku Perjalanan Internasional Wajib Karantina 5 Hari

Bagikan:

Hidayatullah.com — Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menerbitkan aturan baru tentang protokol kesehatan perjalanan internasional. Aturan baru itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 20 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Covid-19.

Aturan itu memuat bahwa setiap perjalanan Internasional, baik itu warga negara indonesia (WNI), ataupun warga negara asing (WNA) wajib karantina selama 5 hari saat tiba di Indonesia.

Kebijakan ini efektif berlaku mulai 14 Oktober 2021 sampai waktu yang ditentukan. Kemudian akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan perkembangan terakhir di lapangan atau hasil evaluasi dari kementerian atau lembaga terkait.

Dengan diberlakukannya aturan baru itu, maka SE Nomor 18/2021, Addendum Surat Edaran Nomor 18 tahun 2021, dan Addendum Kedua Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2021 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

“Surat Edaran ini dimaksudkan untuk menerapkan protokol kesehatan terhadap pelaku perjalanan internasional pada masa pandemi Covid-19. Tujuannya untuk melakukan pemantauan, pengendalian, dan evaluasi dalam rangka mencegah terjadinya peningkatan penularan Covid-19,” ujar Ketua Satgas Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ganip Warsito, Kamis (14/10/2021).

Dalam Surat Edaran Nomer 20 tahun tahun 2021 tersebut. Terdapat perubahan pengaturan karantina dari 8×24 jam menjadi 5×24 jam untuk seluruh jenis pelaku perjalanan.

Pelaku perjalanan internasional menunjukkan kartu sertifikat vaksin dosis lengkap wajib menyatakan telah divaksin minimal 14 hari sebelum keberangkatan dan dilampirkan dalam Bahasa Inggris selain dengan bahasa negara asal.

Pelaku perjalanan internasional WNA dengan tujuan perjalanan wisata dapat masuk ke Indonesia melalui entry point bandara di Bali dan Kepulauan Riau.

Selain bukti vaksin dan hasil RT-PCR maksimal 3×24 jam, pelaku perjalanan juga wajib melampirkan visa Kunjungan Singkat atau izin masuk lainnya yang berlaku untuk WNA, Bukti kepemilikan asuransi senilai USD 100.000 yang menanggung pembiayaan untuk Covid-19. dan Bukti booking tempat akomodasi selama menetap di Indonesia

Selain Surat Edaran Nomor 20, Ketua Satgas Covid-19 Ganip Warsito juga mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pintu Masuk (Entry Point), Tempat Karantina, dan Kewajiban RT-PCR Bagi Warga Negara Indonesia Pelaku Perjalanan Internasional yang efektif berlaku sejak 13 Oktober sampai dengan 31 Desember 2021.

Dalam SK ini, Kasatgas menetapkan dua bandar udara (Soekarno Hatta dan Samratulangi), tiga pelabuhan laut (Batam, Tanjung Pinang, dan Nunukan), dan dua Pos Lintas Batas Negara (Aruk dan Entikong) sebagai entry point bagi warga negara pelaku perjalanan internasional.

SK ini juga menetapkan Wisma Pademangan sebagai tempat karantina WNI pelaku perjalanan internasional yang masuk melalui entry point bandara Soekarno Hatta, Banten yang pelayanannya mencakup penginapan, transportasi, makan, dan biaya RT-PCR. Tempat karantina ini khusus ditujukan untuk WNI yang berstatus sebagai Pekerja Migran Indonesia yang Kembali ke Indonesia dan menetap minimal 14 hari di Indonesia.

Sekaligus untuk pelajar atau mahasiswa yang Kembali ke Indonesia setelah mengikuti pendidikan atau melaksanakan tugas belajar di luar negeri, dan pegawai pemerintah yang kembali ke Indonesia setelah melaksanakan perjalanan dinas ke luar negeri.

“Dengan ditetapkannya keputusan ini, maka Keputusan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pintu Masuk (Entry Point), Tempat Karantina, dan Kewajiban RT-PCR bagi Warga Negara Indonesia Pelaku Perjalanan Internasional dicabut dan dinyatakan tidak berlaku,” ujar Ganip.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Sandi Jenguk Relawan yang Kecelakaan Setelah 3 Hari Kawal C1

Sandi Jenguk Relawan yang Kecelakaan Setelah 3 Hari Kawal C1

Jaga Kondusifitas Bangsa, Dahnil: Pemuda Harus Sadari Keberagaman

Jaga Kondusifitas Bangsa, Dahnil: Pemuda Harus Sadari Keberagaman

31 Ormas Islam Gelar Tabligh Akbar

31 Ormas Islam Gelar Tabligh Akbar

Relawan Jokowi-JK akan Mantapkan Gerakan Revolusi Mental

Relawan Jokowi-JK akan Mantapkan Gerakan Revolusi Mental

Pelapor Kasus Ahok Minta Majelis Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa

Pelapor Kasus Ahok Minta Majelis Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa

Baca Juga

Berita Lainnya