Senin, 6 Desember 2021 / 30 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Pro-Kontra Penunjukan Megawati Sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN, PKS: Pemerintah Jangan Asal Politisasi Riset

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Mulyanto
Bagikan:

Hidayatullah.com — Pelantikan Megawati sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) oleh Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/10/2021), mengundang pro-kontra. Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto yang menyebutkan pelantikan tersebut membuka politisasi di dunia riset nasional.

Menurut Mulyanto, sepanjang sejarah pembangunan riset di Indonesia, saat ini adalah titik yang krusial dalam kaitannya dengan intervensi ideologi-politik di dunia riset dan inovasi. Hal ini tercermin dari ditetapkannya Ketua Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) secara ex-officio sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN.

“Dengan kondisi ini, menurut saya, terbuka lebar peluang politisasi riset. Apalagi Ketua Dewan pengarah BRIN memiliki kewenangan yang lumayan besar, termasuk membentuk satuan tugas khusus,” ujarnya melalui situs milik PKS, Kamis (14/10/2021)

Politisi PKS ini menerangkan sebelumnya para ahli sudah minta Presiden agar meninjau ulang kebijakan menjadikan Anggota Dewan Pengarah BPIP secara ex-officio sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN. Hal ini perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan politisasi riset di dalam BRIN.

Megawati Dilantik Jadi Ketua BRIN, Cendekiawan: Boleh Jadi Alat Politik

“Ternyata Presiden Joko Widodo tidak memperhatikan masukan para ahli tersebut dan tetap melantik Ketua Dewan Pengarah BRIN dari Dewan Pengarah BPIP. Menurut saya Pemerintah memaksakan diri, karena pembangunan riset dan inovasi terpaut jauh dengan BPIP,” jelas Sesmenristek era Presiden SBY ini.

Mulyanto menambahkan, jurnal sains terkenal Nature, dalam editorial tanggal 8/9/2021 menulis kekhawatiran intevensi politik dalam BRIN, sebagai lembaga baru terpusat (super agency) dengan reorganisasi yang ambisius, namun tidak jelas rencana kinerjanya.

Peringkat inovasi Indonesia dalam laporan Global Innovation Index tahun 2021 (GII) semakin merosot. Posisi Indonesia bertengger pada peringkat ke-87 dari 132 negara. Dari segi skor terus merosot. Faktor yang terutama lemah adalah aspek ‘kelembagaan’ (peringkat ke-107). Bahkan di bawah Vietnam dan Brunei. Indonesia hanya di atas Laos dan Kamboja di kawasan Asean.

Selain itu tugas-fungsi BRIN yang campur aduk sebagai pelaksana sekaligus sebagai penetap kebijakan riset dan inovasi, bahkan juga menjalankan fungsi penyelenggaraan ketenaganukliran (ex BATAN) serta keantariksaan (ex LAPAN). “Dengan masalah yang besar dan mendasar itu saya pesimis konsolidasi kelembagaan ini berjalan baik,” tukas Mulyanto.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Pengacara Sebut Jonru Ditahan Terkait Aksi Bela Islam

Pengacara Sebut Jonru Ditahan Terkait Aksi Bela Islam

MER-C: Pelarangan Israel Takkan Surutkan Relawan ke Gaza

MER-C: Pelarangan Israel Takkan Surutkan Relawan ke Gaza

PBNU akan “Bela” Habib Rizieq

PBNU akan “Bela” Habib Rizieq

milad muhammadiyah jokowi

Jokowi: Saya Tak Tahu Sebabnya, Suasana Masyarakat Tampak Khawatir Covid-19

Dewan Syariah Nasional- MUI Sosialisasikan Empat Fatwa Baru

Dewan Syariah Nasional- MUI Sosialisasikan Empat Fatwa Baru

Baca Juga

Berita Lainnya