Rabu, 1 Desember 2021 / 25 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Kominfo Sebut MUI Bantu Pemerintah Tekan Penyebaran Covid-19 Melalui Literasi

Bagikan:

Hidayatullah.com — Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen-IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Usman Kansong menyebut Majelis Ulama Indonesia (MUI) bantu pemerintah tekan penyebaran Covid-19.

Kominfo, ujar Usman, bersyukur MUI ikut serta membantu lewat literasi dalam menekan penyebaran Covid-19.

“Kami bersyukur Majelis Ulama Indonesia turun membantu literasi dalam kontribusinya menekan dan mencegah penyebaran Covid-19 dengan memberikan pencerahan secara konsisten dan signifikan melalui jaringan MUI hingga level desa atau kelurahan,” ungkapnya.

Usman mengatakan kemunculan virus corona baru (Covid-19) telah memberikan dampak yang luar biasa terhadap dunia.

“(Serta) mengubah tatanan hidup masyarakat dan mengubah kebijakan pemerintah. (meski) banyak prediksi yang mengukur wabah ini, tapi belum ada kepastian kapan wabah ini benar-benar berakhir,” ujarnya dalam Webinar Literasi Pandemi dan Pemulihan Ekonomi, Selasa (05/10/2021), dilansir oleh laman resmi mui.or.id.

Webinar tersebut merupakan kerjasama antara Kementerian Kominfo dan Majelis Ulama Indonesia.

Untuk itu, kata dia, untuk menekan laju penyebaran Covid-19 dibutuhkan kolaborasi atau gotong royong sebagai bentuk ikhtiar bersama dengan berbagai pihak merupakan satu keniscayaan.

“Apa yang dilakukan Kominfo dengan Majelis Ulama Indonesia merupakan bagian ikhtiar bersama tersebut,” tambahnya.

Usman mengatakan, salah satu upaya pemerintah dalam menekan angka kasus pertumbuhan Covid-19 dengan melaksanakan vaksinasi. Saat ini, lanjutnya, berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan RI ada 6 jenis vaksin Covid-19 di Indonesia.

Dia menuturkan, selain kendala teknis, terdapat kendala lain dalam pelaksanaan vaksinasi. Menurut Usman, kendalanya ialah bersifat personal yang meliputi pemahaman dan keyakinan masing-masing individu.

Dirjen IKP ini menyebut salah satu dampak akibat pandemi Covid-19 ini adalah sektor ekonomi. Untuk itu, Ia mengingatkan kembali soal ikhtiar bersama agar pemulihan ekonomi dan program vaksinasi bisa dilakukan dengan agresif.

“Dan terlaksana herd imunity. Sehingga, masyarakat bisa Kembali bangkit dan perlahan meningkatkan perekonomian bangsa,” harapnya.

Baginya, salah satu upaya untuk memulihkan perekonomian saat ini adalah dengan ekonomi digital. Sebab, lanjutnya, perkembangan teknologi dan informasi, kebiasaan masyarakat juga berubah mengikuti perubahan zaman, termasuk cara berbelanja dan bertransaksi.

“Dengan adanya pandemi ini semua orang juga terpaksa melakukan aktivitas dari rumah. Oleh karena itu, tingkat transaksi digital sangat tinggi di masa pandemic dan pertumbuhanya mencapai 400 persen,” ungkapnya.

Meski begitu, Usman menambahkan, kolaborasi dengan berbagai pihak untuk melawan dan memulihkan Kembali ekonomi akibat pandemi Covid-19 masih terus dibutuhkan, termasuk sinergitas dengan MUI.

“Sinergi kebijakan pemerintah dengan fatwa MUI sangat penting dalam mensukseskan program vaksinasi, ini salah satu upaya untuk memulihkan perekonomian,” pungkasnya.*

Rep: Fida A.
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Mahendradatta: Majelis Hakim Bisa Vonis Ahok Lebih Berat dari Tuntutan JPU

Mahendradatta: Majelis Hakim Bisa Vonis Ahok Lebih Berat dari Tuntutan JPU

FREND Desak Pembatalan Miss World 2013 di Indonesia

FREND Desak Pembatalan Miss World 2013 di Indonesia

Revisi UU Terorisme Bisa Saja Menjerat Para Dai dan Media Islam

Revisi UU Terorisme Bisa Saja Menjerat Para Dai dan Media Islam

Cegah Pungli, Pemerintah Diminta  Gratiskan Biaya Nikah

Cegah Pungli, Pemerintah Diminta Gratiskan Biaya Nikah

Terkait JPU, Pimpinan MPR Desak Komisi III DPR Panggil Komisi Kejaksaan

Terkait JPU, Pimpinan MPR Desak Komisi III DPR Panggil Komisi Kejaksaan

Baca Juga

Berita Lainnya