Kamis, 2 Desember 2021 / 26 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Dilaporkan karena Tuduhan Ujaran Rasis, Natalius Pigai Angkat Bicara

Media Indonesia
Natalius Pigai: "Beliau (Maneger Nasution, red) kasih pernyataan sebagai pribadi dan mungkin mewakili MUI."
Bagikan:

Hidayatullah.com — Aktivis HAM, Natalius Pigai baru saja dilaporkan ke Bareskrim Polri, diduga telah melontarkan kata rasis yang tertuju ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Pigai dilaporkan oleh Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (Baranusa) Adi Kurniawan, pada, Senin (04/10/2021). Laporan itu terdaftar dengan Nomor STTL/388/X/2021/Bareskrim. Adi menilai Pigai telah berkata rasis, hinaan, ujaran kebencian.

Mantan komisioner Komnas HAM ini kemudian angkat bicara setelah mendapati dirinya dilaporkan ke Bareskrim Polri. Dikatakan Pigai tidak ada yang salah dengan cuitannya di Twitter soal menyinggung Presiden Jokowi dan Gubernur Jateng, Ganjar sebagai orang Jawa Tengah.

Dia menerangkan istilah Jawa Tengah yang ditulisnya tidak merujuk pada suku. Pigai mengatakan Jawa Tengah yang dimaksudkan ialah sebuah wilayah administratif.

“Mana rasis? Rasis itu suku. Jawa Tengah itu nama provinsi, wilayah administratif, bukan suku. Yang tinggal di Provinsi Jawa Tengah itu hampir semua suku, termasuk Papua, Bali, Sumatera, sehingga tidak bisa dikatakan suku,” ujar Pigai dalam sebuah acara di sebuah TV swasta, seperti dikutip Hidayatullah.com, Rabu (06/10/2021).

Pernyataan itu kata Pigai memang dikhususkan kepada Jokowi dan Ganjar. Untuk itu, menurutnya, laporan tersebut tidak memiliki kedudukan hukum (legal standing). “Antara frasa Jawa Tengah dan Jokowi itu tidak ada tanda koma. Artinya langsung kepada individu orang bernama Pak Jokowi dan Pak Ganjar,” terangnya.

Selain, itu Pigai menyampaikan Jokowi dan Ganjar sebagai pejabat negara harus dikritik, terlebih dirinya yang merupakan aktivis perlu melakukan hal itu sebagai bentuk perhatian ke pemerintah. “Saya kritik penguasa atau pejabat negara. Kita sebagai aktivis pengawal tujuan bernegara. Tidak ada yang salah dengan twit saya,” tegas Pigai.

Pigai pun berharap polisi dapat bersikap profesional dan adil dalam melihat laporan terhadap dirinya. “Saya harap kepolisian akan profesional dan adil melihatnya,” kata Pigai.

Sebelumnya, pada Jumat (01/10/2021) Pigai di akun Twitternya @NataliusPigai2 mencuit dengan menuliskan “Jangan percaya orang Jawa Tengah Jokowi & Ganjar. Mereka merampok kekayaan kita, mereka bunuh rakyat papua, injak-injak harga diri bangsa Papua dengan kata-kata rendahan Rasis, monyet & sampah. Kami bukan rendahan. kita lawan ketidakadilan sampai titik darah penghabisan. Saya Penentang Ketidakadilan).”

Cuitan itu kemudian mendapat perhatian publik, banyak pihak yang mendukung pertanyataan Natalius Pigai, tak sedikit pula yang meminta aktivis HAM itu dilaporkan ke kepolisian karena di tuduh rasis.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Parpol lupakan Konsep “Baldatun Thayyibah” saat Kampanye

Parpol lupakan Konsep “Baldatun Thayyibah” saat Kampanye

Masjid Al-Aqsha Ditutup, MUI Minta Indonesia Berinisiatif Tekan DK PBB

Masjid Al-Aqsha Ditutup, MUI Minta Indonesia Berinisiatif Tekan DK PBB

Syarifuddin Hasan: Dibanding AS dan Singapura, Indonesia Miskin Pengusaha

Syarifuddin Hasan: Dibanding AS dan Singapura, Indonesia Miskin Pengusaha

Aziz Kahar: Perkembangan Kekuatan Umat Sangat Menggembirakan

Aziz Kahar: Perkembangan Kekuatan Umat Sangat Menggembirakan

HNW Minta Kasus Pelemparan Bom ke Masjid Diusut Tuntas

HNW Minta Kasus Pelemparan Bom ke Masjid Diusut Tuntas

Baca Juga

Berita Lainnya