Sabtu, 27 November 2021 / 22 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Resmi Diperpanjang hingga 18 Oktober, Ini Penyesuaian Aturan PPKM Terbaru

ppkm
Bagikan:

Hidayatullah.com — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperpanjang selama 14 hari.

Luhut, dilansir oleh Kompas, menjelaskan beberapa penyesuaian aturan dalam PPKM periode 5-18 Oktober 2021 kali ini. Berikut penyesuaian aturan PPKM terbaru tersebut:

Pertama, pembukaan pusat kebugaran atau fitness centre dengan kapasitas maksimal 25 persen, protokol kesehatan ketat, dan skrining menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Pembukaan itu diterapkan di wilayah aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Solo Raya, Semarang Raya, Jogjakarta, dan Surabaya Raya.

Kedua, konter makanan dan minuman di dalam bioskop diizinkan buka, tetapi kapasitas bioskop masih tetap 50 persen. “Hal ini akan berlaku untuk kota-kota level 3, 2 dan 1,” ungkap Luhut dalam konferensi pers, Senin (4/10/2021).

Ketiga, Bandara Ngurah Rai Bali akan dibuka untuk internasional pada tanggal 14 Oktober 2021 selama memenuhi ketentuan dan persyaratan mengenai karantina, testing, dan kesiapan Satgas Covid-19. Nantinya, setiap penumpang kedatangan internasional harus punya bukti booking hotel untuk karantina minimal 8 hari dengan biaya sendiri.

Keempat, dibukanya kompetisi basket remaja Honda DBL di Jakarta dan Surabaya. Dalam pelaksanaan PPKM dua pekan ke depan, Luhut menyebut ada 20 kabupaten atau kota yang bertahan di PPKM Level 2. “Untuk yang di level 3 bertambah dari 84 kabupaten/kota menjadi 107 kabupaten/kota,” jelas Luhut.

Pemerintah, menurut Luhut, juga akan melakukan uji coba PPKM Level 1 untuk Kota Blitar. Hal ini dilakukan setelah daerah itu telah memenuhi indikator Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta target cakupan vaksinasi dosis 1 sebesar 70 persen dan dosis 1 lansia sebesar 60 persen.

Luhut mengatakan, penerapan PPKM Level 1 ini akan mendekati aktivitas kehidupan masyarakat yang normal. Namun, pemerintah juga akan mengimbanginya dengan tindakan surveillance, testing, tracing, dan peningkatan disiplin pada protokol kesehatan.

“Kami dan Menkes akan menurunkan tim khusus untuk memantau pelaksanaan PPKM Level 1 di Kota Blitar, sehingga nanti akan menjadi role model buat kota atau kabupaten lain,” katanya.

Pemerintah juga akan melakukan pengawasan ketat dengan memonitor seluruh kegiatan dan aktivitas masyarakat di wilayah Kota Blitar. Hal itu dilakukan guna dapat merespons keadaan darurat yang mungkin akan muncul secara tiba-tiba.

Kendati kondisi Covid-19 semakin terkendali, Luhut mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati. “Risiko peningkatan kasus masih tinggi dan dapat terjadi sewaktu-waktu,” tutupnya.*

Rep: Fida A.
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Ketua DMI: Capres Indonesia dan Perjuangan Palestina Mudahan Bersinergi

Ketua DMI: Capres Indonesia dan Perjuangan Palestina Mudahan Bersinergi

Staf dan Pejabat Pemkot Makassar Akan Dites Narkoba

Staf dan Pejabat Pemkot Makassar Akan Dites Narkoba

“Munas di Makassar Memang Beda”

“Munas di Makassar Memang Beda”

Sekolah tatap muka guru

Guru dan Tenaga Didik Sudah Divaksinasi Covid-19, Kemendikbud: Sekolah Tatap Muka Sudah Bisa Dimulai

Pemerintah: Impor Beras Awal 2018 Tetap Dilakukan

Pemerintah: Impor Beras Awal 2018 Tetap Dilakukan

Baca Juga

Berita Lainnya