Senin, 6 Desember 2021 / 30 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Ketua MPR Tekankan Pentingnya Hadirkan Kembali Pendidikan Pancasila

MPR
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo
Bagikan:

Hidayatullah.com — Ketua MPR RI Bambang Soesatyo kembali menekankan pentingnya memasukan pendidikan Pancasila sebagai mata pelajaran wajib bagi siswa sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Hal demikan ia sampaikan usai mengikuti upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jumat (01/10/2021).

Pria yang sering dipanggil Bamsoet ini menyampaikan selain dibutuhkan untuk memastikan ideologi bangsa tumbuh subur di hati para peserta didik, juga untuk mengakomodir keinginan anak-anak muda yang ternyata juga menginginkan kehadiran pendidikan Pancasila di dalam pendidikan formal.

“Sebagaimana terlihat dari hasil survei Indikator Indonesia yang dilakukan pada 4-10 Maret 2021 kepada 1.200 responden berusia 17-21 tahun. Terungkap bahwa 82,3 persen anak muda menilai perlunya pendidikan Pancasila masuk pelajaran sejak sekolah dasar. Keinginan ini harus direspon aktif oleh pemerintah, khususnya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ujar Bamsoet seperti melansir laman resmi MPR, Jumat (01/10/2021).

Mantan Ketua DPR RI ini menjelaskan, setiap negara selalu mempunyai sejarah konflik dalam dinamika kehidupan kebangsaannya, termasuk Indonesia. Bangsa Indonesia harus mensyukuri memiliki Pancasila yang selalu berperan sebagai bagian penting dari resolusi konflik, yang menyatukan seluruh elemen bangsa pada sebuah visi kebangsaan. Pancasila hadir sebagai dasar negara, falsafah, dan pandangan hidup bangsa.

“Pancasila menekankan bahwa keberagaman yang kita miliki adalah fitrah kebangsaan yang tidak dapat diingkari dan pungkiri. Sejak kita mendeklarasikan diri sebagai sebuah negara kesatuan, yang hidup dalam kemajemukan budaya, suku, ras, dan agama, sejak saat itulah konsep kebhinekaan telah menyatukan kita dalam satu ikatan kebangsaan,” jelas eks Ketua Komisi III Bidang Hukum & Keamanan DPR RI itu.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menekankan, ancaman terhadap nilai-nilai kebhinekaan itu nyata. Dalam perjalanan sebagai sebuah bangsa, sikap intoleransi terhadap keberagaman selalu mewarnai kehidupan kebangsaan. Misalnya pada setiap penyelenggaraan kontestasi politik atau Pemilu, di mana politik identitas disalahgunakan sebagai alat perjuangan. Sehingga, menimbulkan polarisasi masyarakat, baik sebelum, selama, bahkan sesudah pemilu dilaksanakan.

“Karenanya kita perlu membekali generasi muda dengan semangat nilai Pancasila, sejak mereka menempuh pendidikan di sekolah dasar. Sehingga sekolah juga menjadi institusi yang tidak hanya melahirkan anak bangsa yang memiliki kecerdasan intelektual saja, tetapi juga memiliki kecerdasaan kebangsaan. Memiliki hati Indonesia, berjiwa Pancasila,” pungkas Bamsoet.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Presiden Joko Widodo, Pembaca Naskah UUD 1945 Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Pembaca Teks Pancasila Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti, Pembaca Ikrar Ketua DPR RI Puan Maharani serta Pembaca Doa Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Panglima TNI sayangkan Keterlibatan Oknum Bais

Panglima TNI sayangkan Keterlibatan Oknum Bais

Musliadi: Hasil Riset Untuk Raup  Dana Sponsor

Musliadi: Hasil Riset Untuk Raup Dana Sponsor

Tersangka unlawful killing FPI

Pengacara Sebut Akan Lawan Penetapan Tersangka IA Terkait Tuduhan Pencucian Uang

Satgas MUI Salurkan Ratusan Bantuan ke Warga Terdampak Covid-19

Satgas MUI Salurkan Ratusan Bantuan ke Warga Terdampak Covid-19

Din Ingatkan Pemerintah: Masalah Papua Serius, Jangan Anggap Remeh

Din Ingatkan Pemerintah: Masalah Papua Serius, Jangan Anggap Remeh

Baca Juga

Berita Lainnya