Selasa, 7 Desember 2021 / 2 Jumadil Awwal 1443 H

Nasional

Al-Azhar Mesir Kini Berikan Penyetaraan untuk Ijazah Pendidikan Diniyah Formal

Masjid al-Aqsha Azhar
Kampus Al Azhar Mesir: Dibangun dan dikelola dengan dana wakaf
Bagikan:

Hidayatullah.com — Sidang Majelis Tinggi Al-Azhar Mesir pada 22 September 2021 telah memutuskan untuk memberikan muadalah (penyetaraan) untuk ijazah Pendidikan Diniyah Formal (PDF). Ijazah PDF kini setara dengan ijazah Ma’had Buus Islamiyah Al-Azhar (sederajat SMA).

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi putusan tersebut. “Alhamdulillah, setelah melalui proses panjang, akhirnya ijazah Pendidikan Diniyah Formal yang umumnya diselenggarakan Pesantren Salafiyah mendapat muadalah (penyetaraan) dari Al-Azhar,” ujarnya dilansir oleh laman resmi Kemenag.go.id, Kamis (30/9/2021).

“Dengan penyetaraan ini, santri PDF yang kebanyakan adalah santri pesantren salafiyah bisa melanjutkan pendidikannya ke Al-Azhar, Kairo. Ini menjadi kabar baik sekaligus kado jelang Hari Santri 2021,” sambungnya.

Selain Pendidikan Diniyah Formal, muadalah ijazah juga diberikan kepada Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta dan Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Waryono Abdul Ghafur menilai keputusan ini sebagai kesempatan emas bagi para santri pesantren yang memiliki satuan Pendidikan Diniyah Formal.

“Kami sangat senang atas keputusan penyeteraan ijazah dari Universitas Al-Azhar. Semoga para santri bisa menyiapkan diri lebih matang untuk melanjutkan studinya ke salah satu kampus tertua di dunia itu,” kata Waryono.

Waryono menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 31 tahun 2020, Pendidikan Diniyah Formal adalah pendidikan berbasis pesantren yang diselenggarakan pada jalur pendidikan formal sesuai dengan kekhasan pesantren yang berbasis kitab kuning secara berjenjang dan terstruktur.

“Pendidikan Diniyah Formal (PDF) diselenggarakan dalam bentuk satuan pendidikan ula (dasar), wustho (menengah), dan ulya (atas). Bentuk ula diselenggarakan paling singkat dalam waktu enam tahun, wustho tiga tahun, dan ulya tiga tahun,” ungkapnya.

Sedangkan kurikulum PDF, lanjut Waryono, terdiri atas kurikulum pesantren dan kurikulum pendidikan umum. Kerangka dasar dan struktur kurikulumnya disusun dengan basis kitab kuning oleh Majelis Masyayikh, dan ditetapkan oleh Menteri Agama.

“Di seluruh Indonesia, saat ini sudah ada 119 Pendidikan Diniyah Formal (PDF) yang diselenggarakan oleh pondok pesantren. Jadi, ke depannya para pengasuh dapat mendorong para santrinya untuk mendaftar kuliah ke Al-Azhar Kairo,” ujar Waryono.

Sementara itu, penyetaraan ijazah tersebut menambah daftar lembaga pendidikan Islam di Indonesia yang mendapatkan penyetaraan ijazah menjadi 9 lembaga. Enam lembaga sebelumnya adalah Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, Pondok Modern Tazakka Batang, Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya, Pondok Modern Al-Ikhlas Kuningan, dan Madrasah Nurul Falah, Jakarta.*

Rep: Fida A.
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Alasan Toleransi, Pastor Ikut Jadi Panitia MTQ

Alasan Toleransi, Pastor Ikut Jadi Panitia MTQ

Fahira Idris Resmi Maju lagi sebagai Calon Anggota DPD RI

Fahira Idris Resmi Maju lagi sebagai Calon Anggota DPD RI

Puteri Indonesia Berkaos Gambar “Palu-Arit” Harusnya Ditangkap

Puteri Indonesia Berkaos Gambar “Palu-Arit” Harusnya Ditangkap

Senang dengan Ditanggkapnya Gus Nur, Ali Mochtar Ngabalin: Doakan Refly Harun dan Yahya Waloni Menyusul

Senang dengan Ditanggkapnya Gus Nur, Ali Mochtar Ngabalin: Doakan Refly Harun dan Yahya Waloni Menyusul

Pesantren Terdampak Asap Kebakaran di Kalbar

Pesantren Terdampak Asap Kebakaran di Kalbar

Baca Juga

Berita Lainnya