Senin, 6 Desember 2021 / 2 Jumadil Awwal 1443 H

Nasional

Tanggapi Bolehnya Konser Musik, Ketua MUI Persilakan Umat untuk Kembali Rapatkan Shaf Shalat Jama’ah

shaf shalat
Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Cholil Nafis
Bagikan:

Hidayatullah.com—Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H. Muhamad Cholil Nafis pada Senin (27/09/2021) mempersilakan umat Islam untuk kembali merapatkan shaf dalam shalat berjamaah.

Pernyataan yang ia sampaikan melalui akun Twitter-nya @cholilnafis tersebut merupakan tanggapan atas beredarnya kabar kebijakan pemerintah yang mulai mengizinkan konser musik dan pesta nikah skala besar.

“Silahkan rapatkan shaf (shalat)nya tapi tetap memakai masker dan jaga protokol kesehatan, khususnya di daerah level 1. Seusai shalat, saat dzikir bisa renggang jaga jarak. Sebab dalam fatwa MUI sudah dijelaskan bahwa perubahan cara ibadah itu tergantung situasi covid-19 setempat,” ungkapnya.

Cholil juga mengingatkan agar masyarakat tetap mengenakan masker dan mematuhi protokol kesehatan. Dia juga menghimbau agar tak lupa pula berkonsultasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 setempat.

Selain itu, melalui akun Instagramnya, Cholil juga mengungkap bahwa jika ragu, sesorang boleh tetap menjaga jarak saat di masjid umum.

“Jika anda memang terasa tak enak badan, ragu, dan ada orang luar di masjid itu atau (berada di) masjid umum yg banyak dikunjungi orang luar, ya silahkan anda jaga jarak dan memakai masker. Itulah yang lebih hati-hati,” ungkapnya.

Saat ini kasus Covi-19 di Indonesia telah melandai, sehingga beberapa kebijakan pun telah melonggar. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Senin juga telah menetapakan akan memberikan izin penyelenggaran pameran dan konser musik.

Hal itu disampaikan langsung oleh Staf Ahli Menteri Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Kemenparekraf Ari Juliano Gema, dilansir oleh Republika. Namun demikian ahli, kesehatan juga telah menyerukan agar masyarakat Indonesia tak terlarut dam euforia karena dikhawatirkan akan menyebabkan kembalinya lonjakan kasus.

Ahli Biostatistik Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, dr. Iwan Ariawan, M.S.P.H dalam live BNPB Indonesia, Selasa (28/09/2021), mengatakan mobilitas harus dilakukan secara perlahan-lahan supaya kegiatan sosial ekonomi bisa berlangsung tapi dengan tetap berhati-hati.*

Rep: Fida A.
Editor: Muhammad

Bagikan:

Berita Terkait

JT: Jangan Menegakkan Kebenaran dengan Caranya Bathil

JT: Jangan Menegakkan Kebenaran dengan Caranya Bathil

PH: Aneh, Video Barang Bukti Dakwaan ke Alfian Tanjung Rusak

PH: Aneh, Video Barang Bukti Dakwaan ke Alfian Tanjung Rusak

Kemenag: Santri Jauh dari Intoleransi, Pemberontakan, Apalagi Terorisme

Kemenag: Santri Jauh dari Intoleransi, Pemberontakan, Apalagi Terorisme

Kolom Agama Diganti Kepercayaan di KTP-el Penghayat

Kolom Agama Diganti Kepercayaan di KTP-el Penghayat

Muhammadiyah Menilai Kebijakan Ekonomi Jokowi Belum Konkret

Muhammadiyah Menilai Kebijakan Ekonomi Jokowi Belum Konkret

Baca Juga

Berita Lainnya