Rabu, 20 Oktober 2021 / 13 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

DPR Minta Pemerintah Antisipasi Meningkatnya Kasus Covid-19 Pada Anak Pasca PTM dan Pembukaan Mall

SKR
Bintang, murid PAUD Baiturrahman tetap bermasker setelah mengikuti hari orientasi sekolah tahun ajaran baru 2020/2021 di Depok, Jawa Barat (13/07/2020). Ini hari pertama dia dan kawan-kawannya masuk sekolah setelah berbulan-bulan belajar di rumah pada masa PSBB. Setelah hari orientasi itu, PAUD Baiturrahman dan PAUD-PAUD lainnya kembali diliburkan karena pembelajaran jarak jauh yang diterapkan pemerintah pada masa normal baru.
Bagikan:

Hidayatullah.com — Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah segera melakukan langkah antisipasi terkait meningkatnya kasus Covid-19 pada anak pasca diterapkannya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

“Berdasarkan data di lapangan, mulai terjadi kasus hingga klaster Covid-19 di beberapa sekolah setelah penerapan PTM terbatas. Pemerintah harus segera lakukan langkah antisipasi agar kasus Covid-19 pada anak tidak terus meningkat,” kata Netty dalam keterangan medianya, Selasa (28/09/2021).

Sebelumnya, kata Netty, sejumlah pihak seperti organisasi guru yang tergabung dalam Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) telah meminta pemerintah untuk menunda PTM.

“Pemerintah seharusnya mempertimbangkan masukan dari organisasi pendidik sebelum memutuskan penerapan PTM. Jangan menutup mata dan telinga dari pertimbangan mereka yang memahami betul kondisi lapangan,” ujar Netty.

Apalagi, berdasarkan data 23 September 2021, vaksinasi anak usia 12-17 tahun dari target 26 juta, baru 12,79% dosis 1 dan 8,84% dosis 2.

“Realisasi vaksinasi bagi anak 12 hingga 17 tahun masih rendah. Artinya, masih banyak anak yang datang ke sekolah dalam kondisi belum divaksin,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Netty, masih banyak sekolah yang belum memenuhi standar kesiapan belajar.

“Masih banyak sekolah yang belum memenuhi aspek kesiapan PTM, seperti, ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan, ketersediaan fasilitas kesehatan, dan pemetaan warga sekolah. Baru 59 persen sekolah yang mengisi Daftar Periksa Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka,” katanya.

Hingga saat ini, kata Netty, dengan jumlah terinfeksi mencapai 4.209.403 dan meninggal 141.585 orang, WHO masih menempatkan Indonesia sebagai negara yang harus waspada pandemi.

“Saat ini mobilitas masyarakat makin tinggi, transportasi publik makin padat, mall dan pusat perbelanjaan juga makin ramai. Bahkan anak-anak di bawah 12 tahun pun sekarang sudah dibolehkan memasuki mall dan pusat perbelanjaan. Kondisi seperti ini rawan memicu penularan,” ujarnya.

Oleh karena itu, Netty mengingatkan pemerintah agar mengkaji ulang kebijakan PTM terbatas dan bolehnya anak-anak memasuki mall.

“Antisipasi suasana euforia masyarakat karena turunnya level PPKM di sejumlah daerah. Lakukan upaya maksimal agar tidak membuka ruang bagi munculnya gelombang ketiga. Apalagi varian baru juga sedang mengintai masuk. Jangan buat kebijakan yang membuat kita menuai panen Covid-19” katanya prihatin.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Muhammad

Bagikan:

Berita Terkait

Partai Gelora Luncurkan Akademi Pemimpin Indonesia, Anis Matta Singgung Krisis Kepemimpinan

Partai Gelora Luncurkan Akademi Pemimpin Indonesia, Anis Matta Singgung Krisis Kepemimpinan

ICMI: Pernyataan Ahok Soal Al-Maidah adalah Penistaan Al-Qur’an

ICMI: Pernyataan Ahok Soal Al-Maidah adalah Penistaan Al-Qur’an

AS Klaim Sudah Ikut Redam Kekerasan terhadap Etnis Rohingya

AS Klaim Sudah Ikut Redam Kekerasan terhadap Etnis Rohingya

Hasyim Muzadi: “Buat Klinik, Bukan Buat Undang-undang”

Hasyim Muzadi: “Buat Klinik, Bukan Buat Undang-undang”

Ba’asyir Bantah Pernah Jadi Anggota NII

Ba’asyir Bantah Pernah Jadi Anggota NII

Baca Juga

Berita Lainnya