Rabu, 20 Oktober 2021 / 13 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

MUI Sudah Menanyakan Menteri Luar Negeri terkait Kekerasan pada Muslim Assam India

muslim india
Bagikan:

Hidayatullah.com — Rekaman video menunjukkan seorang fotografer media India menyerang mayat seorang pria Muslim yang sudah tergeletak tak berdaya setelah ditembak polisi di negara bagian Assam, India. Rekaman viral itu menyulut kegeraman dan protes diberbagai belahan dunia

Menanggapi kejadian itu, Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUI, Bunyan Saptono meminta pihak berwajib India senantiasa menjunjung tinggi prinsip Hak Asasi Manusia.

“Masalah itu terkait dengan protes masyarakat penggusuran. Polisi harus mematuhi standar HAM internasional dalam menangani aksi protes,” ujar Kiai Bunyan saat dihubungi Hidayatullah.com, Senin (27/09/2021).

Kiai Bunyan mengatakan bila ada pemrotes melakukan serangan, aparat India sedapat mungkin harus melumpuhkan penyerang, bukan menembak mati. Menurut berita selanjutnya, kata dia orang yang menginjak-injak korban itu telah ditangkap polisi.

“Siapapun korbannya, baik itu muslim ataupun bukan, polisi harus segera mengamankan korban, bukan membiarkan orang memukul dan menginjak-injak korban. Ini jelas pelanggaran HAM,” terangnya.

Bunyan juga menyatakan bahwa pihaknya sudah menanyakan kejadian tersebut ke Menteri Luar Negeri Indonesia. ”Saya telah menghubungi Kemlu RI (dhi Direktur Asia Selatan). Beliau masih menunggu laporan dari KBRI New Delhi mengenai hal itu,”terangnya.

Untuk diketahui, populasi Muslim Assam adalah 1/3 dari 30 juta orang, yang merupakan populasi Muslim terbesar kedua dalam hal persentase, setelah Kashmir. Yasmin Saikia Ketua Hardt-Nickachos dalam Studi Perdamaian & Profesor Sejarah, Universitas Negeri Arizona menuliskan bahwa muslim Assam adalah komunitas gabungan yang dibentuk oleh setidaknya empat kelompok berbeda.

Muslim-Axamia (juga disebut Goriya, Tholua atau Khilonjia), berbahasa Bengali atau Bhotia, pedesaan atau Juluha (dari UP dan Bihar), dan Muslim imigran, dipanggil Miya, dilansir oleh Outlook India.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Muhammad

Bagikan:

Berita Terkait

Dubes Saudi Tutup Program Umroh Gratis 176 Orang

Dubes Saudi Tutup Program Umroh Gratis 176 Orang

MUI Sesalkan Dubes India Batal Hadiri Dialog yang Dubes Minta

MUI Sesalkan Dubes India Batal Hadiri Dialog yang Dubes Minta

MIUMI Diharapkan Bisa Mempersatukan Umat

MIUMI Diharapkan Bisa Mempersatukan Umat

PBNU Palestina

PBNU Dorong “Israel” untuk Hentikan Kekerasan di Palestina

Setelah Polwan, PKS Desak TNI Wanita Boleh Berjilbab

Setelah Polwan, PKS Desak TNI Wanita Boleh Berjilbab

Baca Juga

Berita Lainnya