Selasa, 19 Oktober 2021 / 12 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Menag Yaqut: Tema Hari Santri Tahun ini, Santri Siaga Jiwa Raga

istimewa
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada acara pengukuhan Pimpinan dan Pengurus Harian MUI Pusat periode 2020-2025, di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Kamis (24/12/2020).
Bagikan:

Siaga Jiwa bermakna pula bahwa santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah, nilai, dan ajaran Islam rahmatan lil’alamin serta tradisi luhur bangsa Indonesia

Hidayatullah.com — Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan santri adalah aset luar biasa yang dimiliki Indonesia. Dari para santri inilah, bangsa Indonesia memiliki karakter yang kuat sekaligus mampu mempertahankan persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan.

Yaqut menyampaikan peringatan hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2021 itu mengangkat tema “Santri Siaga Jiwa Raga”. Di saat bersamaan Yaqut juga meresmikan logo peringatan Hari Santri.

“Ini sebagai bentuk pernyataan sikap santri Indonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia. Siaga Jiwa Raga juga merupakan komitmen seumur hidup santri untuk membela tanah air yang lahir dari sifat santun, rendah hati, pengalaman, dan tempaan santri selama di pesantren,” ujar Yaqut di Gedung Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta Pusat, Selasa (21/09/2021).

Launching Hari Santri 2021 ditandai dengan penabuhan alat musik khas Sulawesi Selatan Gandrang Bulo oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Koordinator Bidang PMK Muhadjir Efendi, Ketua Komisi VIII Yandri Susanto, dan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag M. Ali Ramdhani..

“Siaga Raga berarti badan, tubuh, tenaga, dan buah karya santri didedikasikan untuk Indonesia. Karenanya, santri tidak pernah lelah berusaha dan terus berkarya untuk Indonesia,” ungkapnya.

“Jadi, Siaga Jiwa Raga menjadi sangat penting di era pandemi Corona Virus Desease (Covid-19) sekarang ini, di mana santri tetap disiplin dan tidak boleh lengah dalam melaksanakan protokol kesehatan 5M+1D (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas dan Doa) demi kepentingan bersama,” imbuhnya.

Hari Santri, tandas Menag Yaqut, tidak hanya milik kalangan pesantren atau ormas Islam tertentu, melainkan milik segenap masyarakat Indonesia. Karena selama ini kaum santri selalu siap dan sedia menjadi pengawal dan penerang NKRI.

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, beberapa rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan Hari Santri 2021 di antaranya: Pesantren Virtual Exhibition, Sayembara Santri Siaga Jiwa Raga yang meliputi VAKSIN (Video Aksi Kiai-Santri Indonesia), Surat Santri untuk Presiden dan Menteri, Challenge Selamat Hari Santri, Santri Sehari Menjadi Menteri dan berbagai kegiatan lainnya. “Sebagai penutup dari rangkaian peringatan Hari Santri 2021, akan dilaksanakan Upacara Bendera pada 22 Oktober 2021,”ujar Ali.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

IPSA dan KWPSI Latih Menulis Santri Dayah Darul Ihsan

IPSA dan KWPSI Latih Menulis Santri Dayah Darul Ihsan

RS Haji Pakai Mushalla untuk Isolasi Pasien Suspect Corona, Kini Dibantu Menag

RS Haji Pakai Mushalla untuk Isolasi Pasien Suspect Corona, Kini Dibantu Menag

#PrabowoSandiMenangDebat Trending Topic

#PrabowoSandiMenangDebat Trending Topic

MIUMI Lantik Pengurus Wilayah daerah Istimewa Aceh

MIUMI Lantik Pengurus Wilayah daerah Istimewa Aceh

Pemotongan Kuoto Haji Diperkirakan Selama Tiga Tahun

Pemotongan Kuoto Haji Diperkirakan Selama Tiga Tahun

Baca Juga

Berita Lainnya