Jum'at, 22 Oktober 2021 / 15 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Penyerangan Tokoh Agama Terulang Kembali, MIUMI: Jangan Sampai Para Ustadz Trauma

Bagikan:

Hidayatullah.com — Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Ustadz Fahmi Salim mengingatkan polisi untuk memberi perhatian atas peristiwa penyerangan kepada tokoh agama. Hal ini dirasa perlu agar tidak menimbulkan trauma kepada para penceramah.

“Soal penyerangan kepada mubaligh, penceramah, saya pikir harus jadi perhatian penegak hukum untuk mengusut tuntas, jangan sampai ini adalah operasi yang terstruktur, sistematis, dan jangan sampai, para mubaligh, para ust itu trauma dengan kejadian serupa,”kata Ustadz Fahmi kepada Hidayatullah.com, saat merespon kasus penyerangan seorang ust baru-baru ini, Senin (20/09/2021).

Ust Fahmi kemudian memberi contoh, yang mana tahun lalu juga menyebabkan almarhum syekh Ali Jaber menjadi korban penyerangan. “Hal seperti ini harus diusut tuntas, siapapun dalangnya, jangan melepaskan pelaku begitu saja, ngga boleh,” ujarnya.

Menurut Pendiri Pusat Dakwah Al-Qur’an al-Fahmu Institute, kejadian semacam ini harus diusut. “Karena inikan orang-orang yang dengan gangguan jiwa itu, hanya sebatas operator, wayang. Wayang itu pasti ada dalangnya,” tandasnya.

“Nah harus diusut tuntas, apa motifnya, apa tujuannya, apa targetnya supaya jangan sampai terjadi lagi hal-hal yang tidak kita inginkan,” sambungnya.

Lebih jauh, Ust Fahmi menyatakan tugas berdakwah dilindungi konstitusi, apalagi hal itu punya dampak besar ke negara. “Berdakwah itu adalah hak sekaligus kewajiban agama dan hak konstitusional untuk menyebarluaskan, memberikan pemahaman tentang agama, kepada umat beragama yang benar, dan dampaknya juga positif untuk kemajuan bangsa dan negara,” terangnya.

Dia menuturkan memberikan pemahaman agama yang benar itu adalah bagian dari Hifzhuddin (menjaga agama) sekaligus juga Hifzhul wathan (menjaga negara). “Agar bangsa ini menjadi bangsa yang religius, bangsa yang senantiasa mengembangkan nilai-nilai ketuhanan yang Maha Esa, saling mengasihi antar sesama, dan menjadi contoh rahmatan lil alamin,” tutupnya.

Sebagaimana diberitakan, penyerangan terhadap tokoh agama kembali terjadi yang kali ini korbannya, seorang Ustadz yang sedang ceramah di masjid. Diketahui ustadz itu bernama Abu Syahid Chaniago.

Seperti yang disaksikan Hidayatullah.com, kejadian itu diupload melalui kanal Youtube Front Media Lampung, pada Senin (20/09/2021). Berjudul “Detik-Detik Ust Chaniago di Serang Oleh OTK Saat Ceramah di Masjid Baitusyakur Batam. Sebelum Zuhur tadi”.

Dalam tayangan video terlihat Ustadz Chaniago mengisi ceramah, kemudian muncul seorang pria tak dikenal dari samping yang berlari ke arahnya. Tampak pria itu hendak menyerang sang ustadz. Namun, dengan sigap ustadz tersebut lari menghindar. Tak berselang lama, dalam tayangan itu terlihat pelaku berhasil ditangkap.

Sementara itu, sebelumnya, Ketua Majelis Ta’lim di Tangerang, Ust Marwan ditembak, dan pelakunya masih berstatus buron. Sementara itu, Ditempat berbeda, seorang pendeta Gereja Toraja Klasis Makassar juga mengalami teror pelemparan bom molotov oleh mantan pekerja gereja. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini. Kabarnya, pelaku berhasil ditangkap oleh aparat dan telah diamankan di kantor polisi setempat.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

DPR RI Komisi IV

Anggota DPR RI Komisi IV Sebut Pertanian Adalah Hidup Mati Bangsa

Genesia Mengutuk Keras Pemukulan Demonstran Muslimah di Bogor

Genesia Mengutuk Keras Pemukulan Demonstran Muslimah di Bogor

Revisi UU ITE kebebasan

Selidiki Negara “Kriminalisasi” Ulama, Komnas HAM akan Serius Jalankan Mandat

Ahmadiyah di Sumsel Resmi Dilarang

Ahmadiyah di Sumsel Resmi Dilarang

Menag Tegaskan Pemberantasan Korupsi Jadi Keharusan

Menag Tegaskan Pemberantasan Korupsi Jadi Keharusan

Baca Juga

Berita Lainnya