Rabu, 20 Oktober 2021 / 13 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Sikap Pengacara HRS Soal Napoleon Bonaparte dan M Kece: “Bagus” dan “No Comment”

istimewa
Irjen Pol Napoleon Bonaparte
Bagikan:

Hidayatullah.com- Pengacara Habib Rizieq Shihab (HRS), Aziz Yanuar, turut berkomentar terkait sikap mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte yang menyatakan pembelaannya terhadap Al-Quran, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dan akidah Islam.

“Alhamdulillah YRA.., bahwa saya dilahirkan sebagai MUSLIM dan dibesarkan dalam ketaatan agama ISLAM yang RAHMATAN LIL ‘ALAMIN.

Siapapun bisa menghina saya, tapi TIDAK terhadap ALLAHku, AL-QUR’AN, Rasululloh SAW, dan akidah Islamku. Karenanya, saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apapun kepada siapa saja yang berani melakukannya,” tulis Irjen Napoleon Bonaparte dalam surat terbukanya yang viral baru-baru ini.

Aziz Yanuar memuji sikap pembelaan agama yang dinyatakan oleh Napoleon Bonaparte tersebut. Menurut Aziz Yanuar, seorang Muslim seharusnya memang memiliki sikap pembelaan terhadap Islam apalagi jika dihina.

Menurut Aziz Yanuar, orang yang Islam waras memang bersikap membela agamanya.

Napoleon Bonaparte melakukan sikap pembelaannya terhadap Islam karena ulah Youtuber Muhammad Kece (M Kece) yang diduga melakukan penghinaan terhadap agama Islam lewat berbagai videonya di Youtube.

“Bagus (pembelaan Napoleon Bonaparte terhadap Islam, red), memang sudah seharusnya Muslim yang waras seperti itu,” ujar Aziz kepada hidayatullah.com lewat pesan singkat saat dimintai tanggapannya pada Senin (20/09/2021).

Dalam surat terbukanya, Napoleon Bonaparte, seorang polisi aktif, menilai perbuatan M. Kece sangat membahayakan persatuan dan kerukunan umat beragama di Indonesia. Napoleon Bonaparte pun menyayangkan konten tersebut belum dihapus pemerintah.

“Saya sangat menyayangkan bahwa sampai saat ini pemerintah belum juga menghapus semua konten di media, yang telah dibuat dan dipublikasikan oleh manusia-manusia tak beradab itu,” tulis Napoleon Bonaparte.

M Kece yang merupakan tersangka kasus penistaan agama sebelumnya membuat laporan ke Bareskrim Polri bahwa dirinya dianiaya di dalam rutan. M Kece mengaku mendapat penganiayaan dari sesama tahanan di Bareskrim Polri. Polri segera melakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka penganiayaan.

Terkait dugaan M Kece digebukin oleh Napoleon Bonaparte, Aziz Yanuar enggan mengomentarinya. “Soal digebukinnya no comment, Bang,” ujarnya via WhatsApp kepada hidayatullah.com.

Baca: Soal Penganiayaan ke M Kece, Irjen Napoleon Bonaparte: Siapapun Bisa Menghina saya, tapi Tidak Terhadap Allahku

Napoleon Bonaparte menyatakan bahwa dia mempertanggungjawabkan semua tindakannya terhadap M Kece. “Apapun resikonya,” ujarnya.

Dalam surat terbukanya itu, Napoleon Bonaparte berdoa agar Allah memberikan perlindungan dan memberikan kerukunan kepada bangsa Indonesia. “Semoga kita selalu berada dalam perlindungan Allah SWT, dan hidup rukun sebagaimana yang ditauladani oleh para pendiri bangsa kita,” sebutnya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

JPU Kasus Ahok Banding, Pakar Hukum: Ini Logika Hukum Macam Apa?

JPU Kasus Ahok Banding, Pakar Hukum: Ini Logika Hukum Macam Apa?

MUI: Fatwa Banyak Ulama Nyatakan Ahmadiyah Menyimpang

MUI: Fatwa Banyak Ulama Nyatakan Ahmadiyah Menyimpang

Masyarakat Aceh dan Keturunan Tionghoa Aksi Bela Muslim Uighur

Masyarakat Aceh dan Keturunan Tionghoa Aksi Bela Muslim Uighur

NU Usul Pilkada Langsung Dihentikan

NU Usul Pilkada Langsung Dihentikan

Dukungan Indonesia kepada Palestina Diapresiasi, Tolak Normalisasi dengan ‘Israel’

Dukungan Indonesia kepada Palestina Diapresiasi, Tolak Normalisasi dengan ‘Israel’

Baca Juga

Berita Lainnya