Kamis, 2 Desember 2021 / 26 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Empat Ormas Islam Keluarkan Penyataan, Ajak Ahmadiyah Kembali pada Islam yang Benar

ahmadiyah
Video:: Masjid Ahmadiyah Sintang
Bagikan:

Hidayatullah.com—Empat Organisasi  Islam mengeluarkan pernyataan sikap terkait kasus Ahmadiyah (JAI) di Kalimantan Barat (Kalbar). Pernyataan bersama dikeluarkan terkait kejadian 3 September 2021 terhadap JAI Sintang, Kalbar.

Empat organisasi Islam itu adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Barat (Kalbar),  Forum Kerukunan Umat beragama bersama ormas Islam, PWNU dan PW Muhamadiyah Kalbar. “Pernyataan bersama yang kami keluarkan terkait kejadian 3 September 2021 terhadap JAI Sintang adalah respons dari masalah yang ada tersebut. Ada empat poin yang disampaikan,” ujar Ketua MUI Kalbar, M Basri Har di Pontianak, pada Kamis, 9 September 2021 lalu, sebagaimana dikutip MUIdigital dari Kantor Berita Antara, Rabu (15/9/2021).

Empat poin pernyataan bersama tersebut, adalah pertama, aliran Ahmadiyah di luar Islam atau sesat dan menyesatkan, karena tidak mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir. Untuk itu, pihaknya mengimbau dan mengajak semua pihak merangkul JAI kembali kepada Islam yang benar atau lurus melalui proses pembinaan, dakwah persuasif dan damai tanpa kekerasan.

Kedua, pihaknya tidak setuju penanganan Ahmadiyah di Kabupaten Sintang dengan cara-cara kekerasan dan perusakan. Ketiga, mempercayakan dan mendukung pemerintah daerah dan Polda Kalbar serta pihak-pihak yang berwenang dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Keempat, mengimbau semua pihak untuk menjaga suasana sejuk, aman, damai dan harmonis.

Sebelumnya, MUI Kalbar meminta warga Muslim mengedepankan kesantunan dalam menyikapi masalah JAI menyusul perusakan tempat ibadah Jamaah Ahmadiyah Indonesia di Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, pada 3 September 2021.

“Terkait kasus 3 September 2021 di Sintang, MUI mengajak umat Islam dalam menghadapi Ahmadiyah secara santun, tidak anarkis, dan tidak dengan kekerasan,” kata dia dikutip Antara News.

Basri meminta pemimpin MUI tingkat kabupaten dan kota di Kalimantan Barat mencermati perkembangan situasi setelah perusakan tempat ibadah JAI di Sintang serta menenangkan warga Muslim di wilayah masing-masing agar tidak terpancing dan terprovokasi. Dia juga meminta semua pihak menahan diri supaya tidak memperkeruh suasana dan menyerahkan penanganan perkara perusakan tempat ibadah JAI kepada aparat penegak hukum.

“Persoalan Ahmadiyah dan kerusuhan kita percayakan kepada pemerintah dan aparat keamanan atau penegak hukum. Insya Allah, Allah bersama kita,” kata dia.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Parade Tauhid Diharap Bisa Menular ke Seluruh Indonesia

Parade Tauhid Diharap Bisa Menular ke Seluruh Indonesia

Polisi Didesak Cepat Tuntaskan Kasus Joshua Diduga Hina Islam

Polisi Didesak Cepat Tuntaskan Kasus Joshua Diduga Hina Islam

CIR: DPR Harus Evaluasi Total Kinerja Densus 88

CIR: DPR Harus Evaluasi Total Kinerja Densus 88

MUI akan Rekomendasikan Dukungan terhadap RUU Perlindungan Tokoh Agama dan RUU Larangan Minuman Beralkohol

MUI akan Rekomendasikan Dukungan terhadap RUU Perlindungan Tokoh Agama dan RUU Larangan Minuman Beralkohol

BPN Desak Audit Forensik IT KPU secara Independen

BPN Desak Audit Forensik IT KPU secara Independen

Baca Juga

Berita Lainnya